Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla menyebut Presiden Joko Widodo berhasil meredakan tensi politik di tengah masyarakat. Ajakan Presiden agar masyarakat berhijrah dari perilaku buruk menjadi lebih baik tergolong ampuh.
"Otomatis (meredam), karena undang-undang, PKPU, dan harapan masyarakat ingin pemilu damai," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (6/11).
Ia mengatakan pemilu damai harus bebas dari informasi bohong dan saling tuding. Setiap orang harus berkampanye dengan santun dan menonjolkan program.
Menurut Kalla, Presiden berusaha mengingatkan masyarakat agar tak merusak kampanye damai ini. Masyarakat diharapkan meninggalkan kampanye hitam yang dapat merusak kualitas pemilu.
"Atau jangan terjadi fitnah," jelas Kalla.
Komunikasi politik dalam masa kampanye ini menjadi sorotan. Jika Jokowi muncul dengan ajakan hijrah, calon Presiden nomor urut 02 dikritik karena diduga menghina masyarakat Boyolali.
Kritik muncul karena Prabowo menyamakan wajah orang Boyolali sebagai wajah masyarakat tak mampu. Kalla menilai pasangan calon sebaiknya memperhatikan cara berkomunikasi.
Karena, selama masa kampanye, politik ibarat bermain bulu tangkis. Pasangan calon bakal dapat pujian jika pernyataan yang disampaikan akurat.
"Tapi akan kehilangan poin apabila dia berbuat salah. Karena itu sering saya contohkan bulu tangkis, begitu smes masuk nah itu poin. Terlalu hati-hati atau apa mau salah sehingga itu lawan yang akan dapat. Karena itu maka kampanye itu jangan berbuat salah," pungkas Kalla. (Medcom/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved