Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin berkomitmen untuk berkampanye dalam Pemilu 2019 dengan cara sopan, santun, dan penuh keadaban. TKN menghindari kampanye yang mendiskreditkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Kami membangun kampanye yang positif, membangun bangsa, kampanye membangun optimisme, kampanye memberikan masukan kepada bangsa, bukan melakukan diskriminasi atau mendiskreditkan satu suku atau satu daerah dalam proses kampanye," kata juru bicara TKN Jokowi-Amin Arya Sinulingga di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (5/11).
Arya mencontohkan pidato ajakan hijrah Jokowi sangat relevan dan tepat untuk kondisi bangsa saat ini. Menurut dia, pidato hijrah Jokowi bertujuan menciptakan politik santun menjelang Pemilu 2019.
Ia menyinggung pernyataan kubu Prabowo-Sandiaga yang kerap melontarkan sikap pesimisme dan mendiskreditkan dalam kampanye. Menurutnya, lebih elegan jika narasi kampanye bersifat membangun, menawarkan program untuk membangun bangsa, dan bukan mendiskreditkan.
Arya mencontohkan pernyataan Prabowo yang menyindir warga Boyolali saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno di Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10), harusnya tidak terjadi. Ketika itu, Prabowo mengatakan warga Boyolali tidak pernah masuk ke hotel mewah semacam Ritz-Carlton di Jakarta.
"Kemarahan dari kawan-kawan Boyolali bisa dimaklumi. Wajar mereka tersinggung. Nah, ini yang saya katakan karena kampanye yang dibawa kampanye negatif yang selalu arahnya ke pesimisme. Arahnya kita lihat seakan merendahkan bahwa orang daerah tidak mampu maju seperti kondisi Indonesia saat ini," jelasnya.
Di kubu Prabowo-Sandi, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono mengungkapkan pihaknya hingga saat ini masih berkomitmen menjunjung tinggi kampanye santun dan positif.
"Kita juga menjunjung tinggi untuk tidak melakukan politisasi SARA, menggunakan money politics, ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks. Sejauh ini tidak ada masalah," tutur Ferry, kemarin. Namun, Ferry menyayangkan peristiwa aksi Bupati Boyolali Seno Samodro yang bereaksi atas kampanye kubu Prabowo-Sandi dengan cara yang ia nilai justru menghasut serta memobilisasi masa.
Rohaniwan Katolik sekaligus budayawan Franz Magnis Suseno mendorong Pilpres 2019 sebagai kontestasi politik yang mempersatukan bangsa, bukan jadi ajang memecah belah karena berbeda pilihan.
Magnis memandang perlunya sosialisasi kampanye damai dalam bentuk dialog umat beragama, dengan tujuan menghindari konflik yang ditimbulkan dari isu agama yang dipolitisasi.
Sikap bijak
Anggota Badan Pengawas Pemilu RI Rahmat Bagja meminta semua pihak lebih bijak dan santun dalam melakukan kampanye Pemilu 2019. "Teman-teman kepala daerah juga lebih bijaklah," ungkap Bagja, kemarin.
Bagja mengajak kepala daerah untuk memenuhi aturan kampanye. "Silakan mau jadi juru kampanye. Silakan ajukan cuti, itu lebih manis, lebih sweet, dan memenuhi aturan (kampanye)," kata Bagja.
Bila kepala daerah masih mengenakan atribut jabatan, Bagja meminta, lebih baik mereka tidak kampanye. (Ins/Dro/Pol/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved