Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ajakan Presiden untuk Hijrah Ditanggapi Positif

Akmal Fauzi
05/11/2018 08:05
Ajakan Presiden untuk Hijrah Ditanggapi Positif
SWAFOTO DENGAN RELAWAN PENGUSAHA MUDA: Calon Presiden pasangan nomor urut 01 Joko Widodo menyapa Relawan Pengusaha Muda Nasional (REPNAS) saat hadir dalam dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional REPNAS Jokowi-Ma'aruf, di Jakarta, Sabtu (3/11).(MI/RAMDANI)

AJAKAN calon presiden petahana Joko Widodo kepada seluruh anak bangsa untuk berani hijrah menuju hal-hal yang lebih baik mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Ajakan hijrah tersebut disampaikan Jokowi dua kali pada hari yang sama, Sabtu (3/11). Pertama disampaikan pada Sabtu pagi ketika menghadiri deklarasi dukungan dari Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) di Hotel Fairmont Jakarta.

Ia kembali menyinggung topik yang sama ketika berpidato dalam acara deklarasi dukungan dari keluarga besar almarhum Tubagus Chasan Sochib, ulama dan pendekar silat di Banten, Sabtu malam.

"Pernyataan Presiden Jokowi harus direspons secara positif dan berlaku untuk semua, bukan untuk pihak tertentu," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti ketika dihubungi, kemarin.

Menurut dia, dari segi bahasa, hijrah berarti berpindah domisili dari satu tempat ke tempat yang lainnnya. Secara historis, hijrah itu berarti hijrah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Mekah ke Madinah.

Dalam kehidupan saat ini, kata Mu'ti, hijrah dalam pengertian secara spiritual yang berarti meninggalkan perbuatan tercela yang dilarang Allah sangat diperlukan agar kehidupan bangsa semakin baik.

"Bangsa Indonesia secara kolektif harus berhijrah meninggalkan hal-hal yang dilarang agama seperti korupsi, perusakan lingkungan hidup, dan kekerasan," tegasnya.

Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy mengatakan ajakan Jokowi terkait dengan hijrah bersifat konotatif. Diksi ajakan itu bukan berarti perpindahan secara fisik, melainkan perpindahan spiritual.

"Hijrah ini maknanya perpindahan spiritual, dari sesuatu yang negatif ke positif. Misalnya beliau mengatakan hijrah dari ujaran kebencian menjadi ujaran kebenaran. Jadi, katakanlah kebenaran walaupun itu pahit rasanya," ujarnya dalam acara Primetime News Metro TV, kemarin.

Musuh bersama

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengimbau agar seluruh elite politik mengikuti ajakan Jokowi untuk sama-sama hijrah dari politik kebencian ke hal yang positif. Hal tersebut dilakukan demi kepentingan kemajuan bangsa.

"Seluruh elite bangsa harusnya memiliki kesepakatan dan kesepahaman yang sama, ujaran kebencian ini kan musuh kita bersama," papar Surya saat membuka acara pekan orientasi caleg NasDem se-Kalimantan Selatan di Banjarmasin, kemarin.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito menuturkan hijrah ke penggunaan narasi politik yang berdasarkan fakta serta data tidaklah menjadi perkara yang sulit jika telah memiliki program konkret yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

"Penggunaan narasi-narasi yang cenderung mendekati hoaks merupakan sinyal belum adanya konsep serta program yang dapat ditawarkan," katanya. (Put/Njr/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya