Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI senior Lingkaran Survei Indonesia Adjie Alfaraby mengatakan Partai Golongan Karya (Golkar) terancam tidak masuk dalam dua besar pemenang Pemilu mendatang. Hal tersebut dikarenakan Golkar selalu dihantui oleh masalah internal yang membuat suara partai tergerus.
"Golkar terkena "efek bakpao". Kasus Setya Novanto yang menabrak tiang listrik dan ramai diperbincangan merugikan Golkar," kata Adjie pada rilis temuan LSI di Jakarta, Jumat (2/2).
Selain itu, Adji mengatakan, posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR dan ketua umum sangat berpengaruh pada persepsi publik setelah melihat kondisi internal Golkar.
Adji juga menuturkan, Golkar juga kehilangan wibawa lantaran tidak mempunyai figur yang mampu menaikkan elektabilitas partai. Ditambah, para perhelatan Pilpres mendatang, Golkar juga tidak mengusung capres atau cawapres dari kader sendiri.
Meski demikian, Adji mengatakan, Golkar masih memiliki basis suara di provinsi yang cukup kuat. Dalam rilis survei LSI tentang partai politik di 10 provinsi terbesar di Indonesia, Golkar menempati posisi pertama dengan presentase suara 23,5 persen. Lalu, diikuti dengan Gerindra sebesar 16,3 persen.
"Hasil ini tidak jauh berbeda ketika Pemilu Legislatif 2014. Golkar tetap di peringkat 1 dengan suara 20,1 persen," kata Adjie. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved