Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ma'ruf Setuju Penguatan Ponpes

Rudy Polycarpus
31/10/2018 08:00
Ma'ruf Setuju Penguatan Ponpes
SAFARI MA’RUF AMIN: Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin (kedua dari kiri) didampingi Bupati Bondowoso Salwa Arifi n (kedua dari kanan), Sekjen PWNU Jawa Timur Syafrudin Syarif, dan Rois Syuriah PCNU Bondowoso Asy’ari Fasha saat silaturahim di Pondok Pesantr(ANTARA/SENO)

CALON wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin bersilaturahim ke Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Desa Tangsil Wetan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kemarin. Ia memang sedang melakukan rangkaian kegiatan di daerah tapal kuda.

Kiai Ma'ruf Amin disambut langsung oleh KH Salwa Arifin selaku Pengasuh Ponpes Manbaul Ulum, Kecamatan Wonosari, yang juga Bupati Bondowoso periode 2018-2022, beserta ratusan tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Bondowoso.

Sebelumnya, cawapres nomor urut 01 Kiai Ma'ruf Amin juga bersilaturahim di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumber Wringin, Sukowono, Kabupaten Jember.

Menurut rencana, setelah dari Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Kiai Ma'ruf Amin melanjutkan silaturahim ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo.

Berdasarkan pemantauan, untuk pengamanan, puluhan anggota Polres Bondowoso disiagakan di beberapa titik strategis, mulai pintu masuk menuju Pondok Pesantren Manbaul Ulum sampai ke lokasi acara.

Selain pengamanan dari pihak kepolisian, ratusan anggota banser disiagakan dengan membentuk pagar betis mulai pintu gerbang pesantren sampai lokasi kegiatan.

Di hadapan para santri, Ma'ruf berharap di masa depan segera ada undang-undang tentang pesantren agar pondok pesantren mempunyai kedudukan hukum yang tinggi, dilindungi, dan difasilitasi agar terus ada perubahan ke arah yang jauh lebih baik. "Jika perlu, nanti ada kementerian urusan pondok pesantren," kata dia.

Rugikan petani

Di masa kampanye Pilpres 2019, kubu oposisi banyak melempar isu ekonomi sebagai senjata mengkritik Presiden Joko Widodo. Salah satunya ialah isu melambungnya harga kebutuhan pokok.

Namun, Presiden Jokowi membantah isu tersebut. Jokowi menyindir orang-orang yang memolitisasi isu kenaikan harga itu.

"Wong enggak pernah ke pasar, cerita mengenai harga beras. Saya sering keluar-masuk pasar tanya langsung pedagang. Saya itu mendengarkan apa yang jadi keluhan-keluhan," ujarnya saat menghadiri Kongres XX Wanita Katolik Republik Indonesia di Grand Mercure Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan saat ini pemerintah mampu menjaga inflasi pada kisaran 3,5% yang sebelumnya biasa di angka 9%. Inflasi yang terjadi itu, ujar Jokowi, menjadi indikator bahwa harga barang-barang cukup terkendali.

Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak benar, salah satunya terkait dengan ekonomi. Ia mengungkapkan setiap pagi mendapat laporan data harga bahan pokok agar dapat menjawab isu tersebut.

Menurut calon presiden nomor urut 01 itu, jika harga bahan pokok turun sangat rendah, petani justru rugi. Oleh karena itu, pemerintah selalu berupaya menyeimbangkan harga agar petani tidak merugi karena terlalu rendah.

"Jangan sampai kita ini termakan isu-isu yang tidak benar. Wong tiap pagi bacaan saya harga dan angka-angka. Jangan dipikir saya enggak ngikuti. (Harga) telur pagi ini berapa, beras harga berapa. Mungkin dengan ibu-ibu, yang lebih tahu saya," tandas Presiden, disambut tepuk tangan ibu-ibu Katolik yang hadir. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya