Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Jokowi Mencintai Kiai dan Santri

Bagus Suryo
30/10/2018 09:40
Jokowi Mencintai Kiai dan Santri
ULAMA BERPERAN AKTIF: Cawapres no urut 01 KH Ma’ruf Amin (tengah) berfoto bersama kiai, pemimpin pesantren, dan tokoh NU dalam kegiatan Silaturahmi dan Ngopi Bareng di Malang, Jawa Timur, kemarin. Mantan Rais Aam PBNU itu mengajak para ulama untuk berperan(MI/BAGUS SURYO)

CALON wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin meminta dukungan para kiai dan ulama dari wilayah Malang Raya terkait dengan pencalonan dirinya pada Pemilihan Umum Presiden 2019 berpasangan dengan petahana Joko Widodo.

Ma'ruf Amin mengatakan dirinya tidak meminta untuk dipilih sebagai pendamping Joko Widodo pada Pemilu 2019. Namun, Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, memilihnya karena menginginkan pasangan dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

"Saya ingin pamit, minta restu, minta doa, sebagai umat Islam saya dipilih menjadi calon Wakil Presiden Republik Indonesia. Saya tidak meminta, tetapi Pak Jokowi maunya kader NU," kata Ma'ruf Amin dalam sambutannya pada acara Silaturahim dan Ngopi Bareng Bersama KH Ma'ruf Amin di Kota Malang, kemarin.

Dalam kesempatan itu tercatat ada sekitar 300 kiai dan ulama dari wilayah Malang Raya, yang merupakan gabungan dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, hadir di acara tersebut.

Menurut Ma'ruf, sesungguhnya Jokowi bisa memilih calon wakil presiden yang akan mendampingi-nya pada Pemilu 2019 dari berbagai kalangan, termasuk dari profesio-nal, ekonom, dan bahkan politisi.

"Pak Jokowi bisa saja memilih kalangan profesional, memilih politisi, ekonom, tapi beliau tidak. Sebenarnya Pak Jokowi juga sangat mencintai para kiai dan santri," ujar Ma'ruf Amin.

Pintu masuk

Bagi Ma'ruf, menjadi cawapres merupakan pintu masuk atau jalan bagi warga NU lainnya di masa mendatang agar lebih berperan aktif dalam menjaga bangsa dan negara.

"Seperti ini juga agar NU bisa berkiprah. Siapa tahu ini merupakan awal, jadi jalan, siapa tahu ada kader NU yang jadi presiden," tuturnya.

Oleh karena itu, doa, restu, dan dukungan ulama sangat diperlukan sehingga saat pertemuan bersama para kiai selanjutnya nanti dirinya sudah berkapasitas sebagai wakil presiden.

"Pak Jokowi memulai zikir nasional di Istana, padahal selama 70 tahun tidak pernah (Istana) melakukan kegiatan itu. Pak Jokowi itu orangnya memiliki keberanian dalam mengubah tradisi yang sebelumnya tidak pernah ada," pungkasnya.

Pada Pemilu Presiden 2019 mendatang, Jokowi akan berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden.

Pasangan Jokowi dan KH Ma'ruf Amin didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai NasDem.

Sementara itu, Prabowo Subianto memilih mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga pengusaha, Sandiaga Uno. Prabowo dan Sandiaga didukung Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kemarin, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mendapat pengawalan ketat saat mengunjungi pondok pesantren di Kendal dan Semarang, Jawa Tengah. (AS/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya