Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ziarah ke Makam WR Soepratman, Petinggi TKN Tunjukkan Pahlawan Asli

Micom
27/10/2018 12:45
Ziarah ke Makam WR Soepratman, Petinggi TKN Tunjukkan Pahlawan Asli
(Dok TKN Jokowi-Amin)

SEBELUM memulai rapat kerja nasional (Rakernas), sejumlah petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin berziarah ke makam Wage Rudolf Soepratman, pencipta dan komponis lagu Indonesia Raya.

Makam WR Soepratman terletak di Jalan Kenjeran, Rangkah, Tambaksari, Surabaya. Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto memimpin rombongan kecil peziarahan itu, Sabtu (27/10). Termasuk di antara mereka ialah Wakil Sekretaris TKN, Dewi Soeharto.

Setelah melihat kompleks makam dan berdoa, bunga ditaburkan di atas makam pahlawan nasional itu. Hasto dan para peserta ziarah dengan takzim melakukannya.

Usai ziarah, kepada wartawan, Hasto mengatakan kegiatan dilakukan karena pihaknya menyadari pelaksanaan rakernas berbarengan dengan spirit Hari Santri, Sumpah Pemuda 28 Oktober, dan Hari Pahlawan 10 November.

Dan berbicara soal Sumpah Pemuda, di situlah untuk pertama kali lagu Indonesia Raya ditampilkan oleh WR Soepratman dengan biolanya.

"Sosok WR Soepratman menunjukkan bagaimana berjuang dengan cara-cara kebudayaan yang sederhana namun bisa hadir sebagai sosok pahlawan yang berprestasi," kata Hasto.

Baca juga: Jokowi dan JK akan Beri Pengarahan di Rakernas TKN

Memaknai hal itu menjadi penting di tengah situasi saat ini saat muncul kelompok maupun individu yang melupakan kepentingan bangsa dan rakyat hanya karena ambisi kekuasaan.

Pada titik itu, keteladanan pahlawan seperti WR Soepratman seharusnya diikuti bersama. Sebab karya kebudayaannya memang nyata menginspirasi serta membakar semangat perjuangan para pendiri bangsa.

Kepahlawanan WR Soepratman berbeda dengan klaim sejumlah pihak yang menyebut sosok seperti Ratna Sarumpaet sebagai pahlawan masa kini. Atau klaim lainnya bahwa Prabowo seperti Bung Karno atau Jenderal Soedirman, maupun Sandiaga seperti Bung Hatta.

"(WR Supratman) Ini pahlawan sejati," kata Hasto.

Hasto sempat membacakan kutipan testimoni dr Soeharto, dokter kepresidenan di era Soekarno, yang menjadi saksi mata WR Soepratman pertama kali melantunkan 'Indonesia Raya' di Kongres Pemuda 1928.

"Menjelang maghrib, pada 28 Oktober, datanglah seorang lelaki berperawakan kurus, berpakaian sangat sederhana, sambil mengepit biola yang agak butut. Langsung saja ia masuk ke serambi belakang. Di depan para peserta kongres, dengan bersemangat dan penuh gairah, ia memainkan biolanya, memperdengarkan sebuah lagu mars, lalu diulanginya berkali-kali. Sekali-kali ia menyanyikan syairnya dengan suara yang agak parau. Baru kemudian saya mengetahui bahwa orang itu bernama WR Soepratman. Dan lagu mars yang diperdengarkan berulang-ulang itu adalah Indonesia Raya. Saya menyaksikan betapa hebatnya lagu itu disambut peserta kongres sekalian. Komponis kurus itu tersenyum dan matanya berkaca-kaca menahan keharuan menerima ucapan selamat dan pelukan," demikian teks dibacakan Hasto.

Dewi Soeharto, putri dr Soeharto, mengakui bahwa ada satu bab khusus di buku biografi ayahnya mengenai WR Soepratman. Ayahnya dan Soepratman berkenalan saat masih sekolah kedokteran di Salemba, Jakarta.

"Ayah selalu bercerita soal tokoh perjuangan di masa lalu, bagaimana mereka bisa berjuang dengan sederhana tapi dampaknya baik bagi bangsa. Perjuangannya tanpa pamrih. Bahkan WR Soepratman tidak tahu lagu yang diciptakannya akhirnya menjadi lagu kebangsaan Indonesia hingga akhir hayatnya," ujar Dewi.

WR Supratman wafat di Surabaya pada 17 Agustus 1938 atau tepat 7 tahun sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 1945. Pada 17 Agustus 1945 itu juga, lagu Indonesia Raya resmi menjadi lagu kebangsaan Indonesia. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya