Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
CUCU Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta, geram sang kakek disamakan dengan calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno. Ia tak ingin Bung Hatta disamakan dengan Sandi.
"Saya menghormati Sandiaga sebagai individu sukses di Indonesia, tapi dia tokoh korporasi, sedangkan kakek saya (tokoh) koperasi. Sandi politisi, Hatta negarawan. Dari hal fundamental saja sangat beda jauh," ujarnya kepada Metro TV.
Gustika mengaku bukan kali ini saja sosok kakeknya disamakan dengan nama calon yang ikut dalam kontestasi pilpres. Pada Pilpres 2014 pun nama kakeknya dicatut hanya untuk meraup suara pemilih.
Ia menilai mencontoh Bung Hatta sebagai negarawan boleh saja, tetapi tidak dengan menyamakan. Lagi pula, kata dia, tidak ada contoh yang ditunjukkan salah satu pendukung pasangan calon yang merepresentasikan Bung Hatta secara pribadi maupun nilai-nilai yang selama ini ditanamkan.
"Sudah basi setiap pilpres pakai narasi yang sama. Kita ingin tahu tindakannya apa, bukan sekadar Bung Hatta baru. Mengerti nilai-nilainya dari dalam tidak hanya baca buku lalu disamakan," ungkapnya.
Sebelumnya, dalam sebuah video yang diunggah akun Faldo Maldini di jejaring Twitter memperlihatkan tim pemenangan Prabowo-Sandi yang dipimpin Dahnil Anzar menyebut Sandiaga Uno ialah sosok Bung Hatta baru.
Tidak hanya itu, Dahnil juga menyebut Prabowo Subianto ialah representasi perpaduan antara Presiden Soekarno dan Jenderal Sudirman.
Tidak paham
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, menilai kubu Prabowo-Sandiaga tidak paham sejarah.
Sebelum ini, kubu Prabowo-Sandi juga pernah menyamakan aktivis Ratna Sarumpaet dengan Cut Nyak Dien. Saat ini, Ratna justru ditahan polisi karena kasus berita bohong alias hoaks.
"Mereka enggak paham sejarah Indonesia. Coba baca lagi buku sejarah siapa Bung Hatta dan Cut Nyak Dien," kata Antoni.
Antoni menilai wajar jika ada keluarga tokoh proklamator ini protes atas klaim tersebut. Terlebih, pernyataan itu untuk kepentingan politik.
"Sebagai keturunan langsung Bung Hatta, cucunya tentu berhak keberatan."
Kepala Kantor Rumah Aspirasi Jokowi-Kiai Maruf, Deddy Sitorus, menilai kesalahan besar menyandingkan Sandiaga seolah seperti Bung Hatta. Pensejajaran itu pelecehan terhadap sejarah. (Ins/Ant/P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved