Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Undecided Voters Pilih Jokowi-Amin

Nurjiyanto
24/10/2018 08:15
Undecided Voters Pilih Jokowi-Amin
()

KASUS dugaan hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet mengubah sikap para pemilik suara yang belum memutuskan pilihan (undecided voters). Mereka melirik pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Hal tersebut diungkapkan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman, saat menyampaikan hasil survei di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, kemarin.

Menurut Ikrama, pihaknya mencatat terjadi peningkatan tren dukungan pada periode September-Oktober 2018 kepada pasangan Jokowi-Amin dari 53,2% menjadi 57,7%.

Dalam periode tersebut, kata dia, tren dukungan kepada pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno justru menurun, dari 29,2% menjadi 28,6%.

"Ada lonjakan tren dukungan kepada paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin setelah kejadian tersebut. Efek elektoral kasus Ratna itu menggerakkan responden yang belum menentukan pilihannya sebelumnya," ungkap Ikrama.

Dia menuturkan perubahan tren itu disebabkan para responden yang masuk kategori tersebut menilai hoaks merupakan hal yang tidak dibenarkan untuk dilakukan. Terlebih posisi Ratna saat itu ialah bagian dari Tim Kampanye Nasional Prabowo-Sandiaga.

Meski demikian, kata Ikrama, dampak dari adanya kasus tersebut masih belum memengaruhi para pemilih loyalis kedua pasangan calon. Pasalnya hingga saat ini kasus tersebut masih diproses pihak kepolisian.

"Saat ini masih dikaji juga oleh kami apakah kasus Ratna sudah di puncak atau belum karena saat ini masih dalam proses pemeriksaan kepolisian. Bisa saja nanti ada kejutan-kejutan lain dan mengubah efek elektoral ini. Kalau tim Prabowo bisa membuktikan tidak berkaitan dengan kasus ini, hal itu bisa memperbaiki efek elektoral ini, begitu pun sebaliknya," ujarnya.

Survei tersebut dilakukan dalam periode 10-19 Oktober 2018 dengan menggunakan 1.200 responden dengan margin of error 2,8%. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Ratna Sarumpaet akhirnya mengklarifikasi bahwa tidak ada perlakuan penganiayaan yang dialaminya. Dirinya mengaku hanya mengarang cerita pascaoperasi plastik di wajahnya pada 21 September 2018. Padahal, sebelumnya capres Prabowo Subianto menggelar jumpa pers terkait dengan laporan penganiayaan yang diberikan Ratna Sarumpaet.

Pemimpin jujur

Dalam menanggapi hasil survei tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Johnny Plate mengatakan tren dukungan terhadap Jokowi-Amin seusai terungkapnya hoaks Ratna Sarumpaet membuktikan publik menginginkan pemimpin yang jujur.

"Pemimpin yang di hadapan rakyatnya bekerja sungguh-sungguh untuk rakyatnya dan sejalan apa yang disampaikan dengan yang dibuat," ujarnya, kemarin.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Mardani Ali Sera meyakini penanganan yang dilakukan pihaknya terkait dengan kasus Ratna Sarumpaet tidak akan menggerus elektabilitas calon yang diusungnya.

"Hasil LSI jadi masukan berharga untuk tim kami. Kasus Ratna bisa jadi berpengaruh, tapi dengan penanganan yang tepat plus sikap Pak Prabowo yang dengan rendah hati meminta maaf, justru data di socmed kami mampu menguatkan karakter Pak Prabowo," Ali Sera meng-ungkapkan. (Mal/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya