Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Banyak Kader PKS Mundur Ganggu Soliditas Prabowo-Sandiaga

Akmal Fauzi
23/10/2018 20:45
Banyak Kader PKS Mundur Ganggu Soliditas Prabowo-Sandiaga
(Ist)

PENGAMAT politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai ada permasalahan serius di internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyusul mundurnya 80 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Banyumas, Jawa Tengah.

Menurutnya, dinamika partai dengan mundur atau diberhentikannya kader merupakan hal biasa. Namun hal itu tidak berlaku bagi PKS saat ini.

"Kalau di PKS ini memang agak ganjil. Berarti ada persoalan yang serius di internal PKS," kata Pangi saat dihubungi, Selasa (23/10).

Menurutnya, PKS dikenal sebagai partai yang merangkul. Namun, permasalahan PKS saat ini cukup serius. Menjelang Pemilihan Umum 2019 permasalahan satu per satu muncul yang semakin merapuhkan internal PKS.

"PKS menggalami prahara mulai banyak kader yang mundur dari jabatan struktur seperti di Bali, Sumatra Utara, Jawa Tengah. Sedikit banyak bisa menganggu konsentrasi dan persiapan menghadapi pertarungan elektoral yang cukup kompetitif," kata Pangi

Dengan adanya gejolak tersebut, Pangi meragukan apakah PKS bisa lolos parlementry threshold. PKS juga pernah mengalami permasalahan di internal pada Pemilu 2014 lalu, tetapi bisa melanggeng ke Senayan.

"Kita ingin menguji apakah PKS masih bisa lolos parliamentary threshold 4 persen. Dulu ujian di level eksternal karena korupsi sapi yang menyadera Presiden PKS, Lutfi Hasan menjelang pemilu. Ujian PKS kedua adalah tahun ini, banyaknya internal kader mundur," jelasnya.

Pangi menjelaskan, saat ini PKS tentunya akan memilih fokus ke pemilu legislatif (pileg) dibanding pemilu presiden untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga. Hal yang sama juga diikuti PAN sebagai partai koalisi lainnya.

Hal itu juga dipengaruhi dominasi Gerindra di internal koalisi Prabowo-Sandiaga.

"Pilpres dan Pileg 2019 Gerindra dan PDIP yang paling banyak mendapatkan cotail effect. PKS dan PAN korban Gerindra," jelasnya.

Ia menegaskan, konflik internal PKS jelas menganggu soliditas pemenangan Prabowo-Sandi.

"Boro-boro mau mengurus kemenangan Prabowo, mengurus internal sudah rumit dan cukup menguras energi politik," kata Pangi.

Ia kemudian menyinggung adanya instruksi dari DPP PKS ke kadernya untuk lebih mengampanyekan Sandiaga di Pilpres daripada Prabowo. Menurutnya, hal itu tidak ada pengaruh terhadap elektabilitas partai.

"Mau Sandi dan Prabowo itu satu paket. Ngak bisa dipisahkan. Mau kampanyekan Prabowo atau Sandi ngak ada untungnya bagi elektabilitas PKS dan PAN," ujarnya

Diberitakan, ada sekitar 80 orang pengurus PKS Banyumas yang menyatakan sikap nonaktif. Hal itu disebabkan oleh sikap pengurus partai yang menjelang pemilu ini memaksa seluruh pengurus dan kader partai bersikap loyal pada pengurus partai.

Saat dimintai konfirmasi, PKS enggan mengomentari hal tersebut.

"Coba tanya ke DPP," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.

Sementara, Ketua DPP PKS, Pipin Sopian, mengaku belum mendengar kabar tersebut.

"Coba langsung tanya ke DPW," ujarnya singkat. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya