Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ini Pesan Ma'ruf Amin untuk Para Santri

Insi Nantika Jelita
22/10/2018 11:50
Ini Pesan Ma'ruf Amin untuk Para Santri
(MI/Kristiadi)

PARA santri harus punya kompetensi dan kemampuan yang mumpuni agar bisa mengabdi untuk bangsa dan negara, mengisi kemerdekaan dengan menghilangkan kemiskinan.

Hal itu diungkap Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin, usai mengikuti apel Hari Santri yang digelar di Lapangan Dadaha, Senin (22/10).

Ma'ruf hadir sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU) di acara yang dihadiri ribuan santri dari Tasikmalaya dan sekitarnya itu.

Menurut Ma'ruf hari santri diperingati demi memberikan semangat bagi para santri untuk membela NKRI. Baginya, santri harus mengingat bahwa kemerdekaan RI merupakan bagian dari perjuangan santri. Artinya, santri harus merasa punya peran, dihargai dan diperhitungkan negara.

"Sebab santri itu harus punya semangat mengabdi pada bangsa dan negara. Bukan hanya saja dalam mengusir pejajahan, tapi mengisi pembangunan menghilangkan kemiskinan dan membangun kesejahteraan," kata Ma'ruf Amin dalam keterangan rilisnya, Jakarta, Senin (21/10).

Menurutnya, santri harus mengambil peran di dalam segala aspek pembangunan bangsa dan negara. Dalam konteks itu, santri juga harus menyiapkan dirinya untuk bisa berkiprah lebih besar. Tentu peran pesantren sebagai wadah pendidikan santri juga wajib berperan lebih besar.

"Santri harus siap untuk mengabdi. Jadi tidak hanya punya semangat, tapi juga harus punya kemampuan dan kompetensi," tandas Ma'ruf.

Sementara Ketua Umum PB NU, Kiai Said Aqil Siraj, menjelaskan bahwa santri selalu berperan dalam berbagai peristiwa perjuangan bangsa. Sejak kemerdekaan 1945, ketika menghadapi pemberontakan DI/TII, peristiwa 1965, 1983-84 ketika mempelopori penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal, hingga Reformasi 1998.

Menurutnya, momen Hari Santri harus jadi momentum penguatan paham kebangsaan. 

"Bagian dari spirit nasionalisme. Hubbul Watan Minal Iman, harus digalakkan," tukas Aqil.

Said Agil juga menyampaikan rasa syukur karena RUU Pesanten dan Pendidikan Keagamaan sedang diproses di DPR RI. Hal itu merupakan bagian dari perjuangan menjadikan negara Indonesia aman, makmur, berkepribadian, dan berakhlak.

"Kita harap RUU ini segera dijadikan undang-undang," tandas Aqil Siraj. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya