Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Begini Cara Ketum PB NU Hingga Wiranto Sebut Kiai Ma'ruf di Apel Hari Santri

Micom
22/10/2018 11:20
Begini Cara Ketum PB NU Hingga Wiranto Sebut Kiai Ma'ruf di Apel Hari Santri
(Dok TKN Jokowi-Amin)

NAMA Cawapres Nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, disebut dan didoakan dalam upacara Apel Hari Santri yang digelar di Lapangan Dadaha, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (22/10).

Salah satunya oleh Ketua Umum PB Nahdatul Ulama (NU) KH Said Agil Siradj. Nama Kiai Ma'ruf menjadi yang pertama disapanya ketika menyampaikan pidato sambutan.

"Professor Kiai Ma'ruf Amin, yang Insya Allah....," kata Kiai Said Agil.

Lalu dia diam. Menghela napas. Matanya memandang ke ribuan santri di hadapannya, seakan mendoakan dan mengajak yang lainnya turut berdoa dalam hati.

"Aminnnn..." kata Kiai Ma'ruf. Yang disambut teriakan 'amin' para santri peserta acara.

Ribuan santri dari wilayah Tasikamalaya dan sekitarnya, bersama tokoh masyarakat dan alim ulama, berkumpul di lapangan itu, untuk merayakan Hari Santri.

Di acara itu, hadir KH Ma'ruf Amin bersama KH Said Agil Siradj, Penjabat Rais Aam NU KH Miftahul Akhyar, Menkpolhukam Wiranto mewakili Presiden RI, Ketua Umum PKB yang juga Panglima Santri Muhaimin Iskandar, hingga Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tb Hasanuddin.

Baca juga: Kiai M'aruf Hadiri Upacara Hari Santri Nasional

Selain oleh Kiai Said Agil, nama Kiai Ma'ruf juga disebut dengan keras oleh Ketua Penyelenggara Hari Santri Nasional, KH Marsudi Suhud. Ketika nama Kiai Mar'uf disebut, ribuan santri berteriak sambil bertepuk tangan.

Nama Kiai Ma'ruf juga disebut Menkopolhukam Wiranto, yang hadir di acara itu sebagai inspektur upacara mewakili Presiden Jokowi.

Awalnya, Wiranto menjelaskan bahwa Hari Santri merupakan peringatan atas peristiwa 22 Oktober 1945. Saat itu, Resolusi Jihad dikeluarkan sebagai tanda kebangkitan ulama dan tokoh Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Sejak saat itu, setidaknya Nahdatul Ulama, tidak pernah lagi mempertentangkan gagasan Islam dan Kebangsaan.

Lanjut Wiranto, Hari Santri ditetapkan Presiden Jokowi, sebagai pengakuan negara atas peran santri yang mewakafkan hidupnya untuk perjuangan bangsa.

Dan Presiden Jokowi memang menghidupi prinsip itu. Buktinya, Jokowi tidak segan mempercayakan sejumlah kursi menteri pada figur berlatar belakang santri. Sebut saja Menristekdikti M.Nasir, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menakertrans Hanif Dhakiri.

"Dan bahkan sampai menggandeng Kiai Maruf Amin sebagai calon wakil Presiden," kata Wiranto.

Dikatakan Wiranto, Presiden Jokowi mengedepankan semangat ukhuwah islamaiyah, ukhuwah wathaniah, dan ukhuwah basariyah, yang dibuktikan dalam sikap pemerintah membela kaum Muslim di dalam dan luar negeri.

"Pemerintahan Jokowi membantu saudara kita di Palestina dan Afghanistan yang menuntut perdamaian dan kemerdekaan," kata Wiranto.

Baginya, tidak heran bila sebuah instutusi internasional berbasis di Yordania sampai menetapkan Jokowi menjadi satu dari 500 tokoh Muslim yang paling berpengaruh di dunia. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya