Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih mencari aktor di balik video anak-anak berseragam Pramuka diduga dimobilisasi untuk melakukan yel-yel atau ucapan 2019 Ganti Presiden. KPAI akan menyerahkan hasil investigasi itu ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Ketua KPAI, Susanto mengatakan, aktor di balik video anak berseragam pramuka itu tidak menutup kemungkinan berasal dari partai politik. KPAI menyayangkan adanya video tersebut apalagi berkaitan dengan eksploitasi anak dalam kegiatan kampanye politik.
“Kami masih dalami, siapa aktor yang membuat (video) itu. Siapa saja yang terlibat, apakah ini atas Instruksi partai politik atau kelompok tertentu,” ujarnya di sela acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (20/10).
KPAI, kata Susanto, membutuhkan waktu maksimal sekitar dua minggu untuk menginvestigasi video tersebut.
“Insya Allah dua minggu. Lebih cepat lebih baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma’ruf Amin membuat laporan pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait viralnya video anak-anak berseragam Pramuka diduga dimobilisasi untuk melakukan yel-yel atau ucapan 2019 Ganti Presiden.
Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan meminta KPAI segera merespons dan memberikan tanggapannya terhadap masalah ini. Agar peristiwa eksploitasi anak tak lagi terjadi di masa kampanye.
“Jika ini terus terjadi, bisa membentuk pikiran anak-anak didik. ini bisa menciptakan bibit potensi radikal di anak didik kita. Anak-anak tak boleh diracuni, dimasuki virus-virus jahat yang belum tentu kebenarannya," kata Irfan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (18/10). (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved