Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penyebaran berita bohong alias hoaks yang melibatkan mantan juru kampanye nasional calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ratna Sarumpaet, dinilai semakin menunjukkan bagaiaman moral dan kualitas kubu oposisi.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate, mengatakan, dari kebohongan Ratna terlihat bagaimana Prabowo, sang calon presiden, tidak berhati-hati saat mengambil keputusan.
Kala itu, Prabowo dan sejumlah tokoh di belakangnya membabi buta ingin membela Ratna. Belakangan, mereka balik badan setelah merasa tertipu kawan sendiri.
"Urusan Ratna, biar diurus Polisi. Kalau urusan Prabowo, sebagai calon presiden tidak boleh mengambil keputusan berdasarkan data yang tidak valid. Tidak di-croschek. Tidak betul pemimpin begitu," kata Johnny di Jakarta, Sabtu (13/10).
Johnny lantas berandai-andai jika sekonyong-konyong Prabowo menjadi presiden dan mengambil keputusan penting dengan gegabah. Keputusan yang diambil tanpa kajian mendalam bisa mendatangkan malapetaka bagi negara.
"Kalau nanti tiba-tiba jadi presiden, memutuskan perang dengan negara lain, taunya salah, minta maaf. Kan tidak ada maaf kalau sudah perang. Masa presiden grasa-grusu ambil keputusan," sindir Johnny.
Johnny menegaskan, seorang pemimpin harus mengambil keputusan berdasarkan kajian dan penelitian yang mendalam. Karenanya, politikus Partai NasDem itu mengajak masyarakat untuk pilih pemimpin yang mengambil keputusan secara bijak, bertanggung jawab, dan akuntable.
"Makanya rakyat harus memilih presiden yang berhati-hati hati dan akuntable dalam mengambil keputusan. Kalau Jokowi kan sudah jelas, mengambil keputusan selalu melalui telaah mendalam," tegas Johnny. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved