Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tanggapi Survei SRMC, Kubu Prabowo Sebut Masih Ada Waktu

Dero Iqbal Mahendra
07/10/2018 20:40
Tanggapi Survei SRMC, Kubu Prabowo Sebut Masih Ada Waktu
(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

WAKIL Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Viva Yoga Mauladi, dalam menanggapi posisi hasil Survei Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan pihaknya masih ada 6 setengah bulan untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas.

Berdasarkan survei SMRC menunjukkan petahana Joko Widodo memiliki keunggulan 60,2% jika dibandingkan dengan Prabowo yang hanya 28,7%, terdapat jarak hingga 25% antara kedua pasangan terebut. Bahkan dengan pasangan masing-masing pun keduanya tidak berbeda jauh, dengan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan 60,4% dan Prabowo-Sandiaga Uno 29,8%.

Menurutnya, dengan waktu 6,5 bulan tersebut dengan waktu kampanye yang relatif lama dirinya meyakini prilaku pemilih masih dinamis sehingga sangat memungkinkan akan ada perubahan perubahan ke depannya. Dari 185 juta pemilih menurutnya ada faktor silent majority yang juga perlu diperhitungkan arah trendnya. Misalnya segmentasi pemilih berdasarkan keahlian, seperti nelayan, petani dan buruh.

"Survei SMRC 14 September jadi catatan bagi kami agar kami bisa melakukan upaya-upaya khusus dalam rangka melakukan komunikasi pada pemilih. Masih ada waktu untuk melakukan persaingan dengan pertarungan ide dengan lebih rasional dan mencerdaskan dengan tidak saling fitnah maupun menggunakan hoaks," terang Yoga.

Baginya, hasil survei ini akan menjadi cermin yang menjadi pembelajaran bagi pihaknya. Menurutnya, terdapat tiga kategori pemilih dalam pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang. Yakni kategori pemilih ideologis, rasional, dan transaksional.

Di sisi lain, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman mengatakan kualitas Jokowi sebagai pemimpin semakin matang.

"Pak Jokowi semakin matang. Jokowi ini tumbuh bersama kekuasaan. Kalau dulu Pak Jokowi masih agak kikuk, tapi belakangan kita lihat gesturnya semakin matang," ujar Andy

Menurutnya, hal tersebut terlihat dengan berbagai pemberitaan terkait hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Ia menambahkan, Jokowi tidak sekali pun memberikan respons terhadap kasus Ratna, bahkan ketika kasus tersebut awal awal muncul yang dikatakan sebagai pemukulan dan penganiayaan,

"Beliau memilih fokus membantu bencana Palu, ini sikap kenegarawanan. Di sisi lain, Pak Prabowo semakin grasa grusu dalam kasus tersebut. Bagaimana seleksi informasi masih menjadi pertanyaan serius," pungkas Andy. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya