Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kubu Prabowo Klaim Jadi Korban Kebohongan Ratna Sarumpaet

Dero Iqbal Mahendra
04/10/2018 07:08
Kubu Prabowo Klaim Jadi Korban Kebohongan Ratna Sarumpaet
(ANTARA/Galih Pradipta)

KOORDINATOR Juru Bicara Koalisi Indonesia Adil Makmur, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan pihaknya merupakan korban dari kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Sehingga tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya dan sejumlah anggota Tim Kampanye Nasional Prabowo terkait hoaks adalah salah sasaran.

Juru Bicara Koalisi Jokowi-Amin, Farhat Abas, Rabu (3/10), mengadukan sejumlah nama penyebar hoaks dan tuduhan yang dilontarkan oleh anggota kubu Koalisi adil makmur kepada kubu Jokowi-Amin terkait Ratna Sarumpaet.

"Pelaporan itu harus disadari bahwasannya berita itu adalah berita bohong. Jadi kami semua adalah korban kebohongan dari Ibu Ratna," tutur Dahnil di Jakarta, Rabu (3/10).

Menurutnya, pihaknya dengan mudah menjadi korban kebohongan karena Ratna datang dan bercerita dengan penuh keyakinan kepada pihaknya. Karena Ratna adalah anggota Tim Kampanye Nasional Prabowo-Sandi, pihaknya berusaha membantu.

Oleh sebab itu, menurut Dahnil, anggota koalisi bukan pada posisi menebar hoaks, mengingat pihaknya tidak mengetahui sama sekali apakah informasi tersebut hoaks atau tidak.

Mengingat Ratna datang dengan meyakinkan dalam menyampaikan kisahnya bahwa hal tersebut adalah kebenaran.

"Pada posisi itu pelaporan yang dilakukan oleh Farhat tidak tepat. Di BPN sendiri secara resmi sudah memberhentikan Bu Ratna sebagai jurkamnas," terang Dahnil.

Ketua Umum Gerindra sekaligus Calon Presiden Prabowo Subianto pun menanggapi tidak serius pelaporan yang dilakukan Farhat Abas tentang sejumlah tim kampanyenya.

"Kalau menurut Farhat Abas saya akan ke neraka, Tetapi kita berpikir positif saya bersyukur tidak terjadi penganiayaan dan saya meminta maaf. Tetapi saya tidak merasa berbuat salah, meski saya akui saya agak grusa grusu," pungkas Prabowo. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya