Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Polisi Harus Ungkap Dalang Skenario Politik Ratna Sarumpaet Dianiaya

Micom
03/10/2018 13:12
Polisi Harus Ungkap Dalang Skenario Politik Ratna Sarumpaet Dianiaya
(MI/MOHAMAD IRFAN )

PENGAMAT Politik Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan, bila informasi penganiayaan terhadap jurkamnas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ratna Sarumpaet, bohong maka cara itu dapat dikatakan sebagai skenario politik untuk menjatuhkan lawan politik.

"Saya kira bila informasi itu ternyata bohong, itu dapat dikatakan sebagai sebuah skenario politik untuk menjatuhkan lawan politik," kata Ramses kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/10).

Menurut Ramses, skenario politik dengan cara seolah-olah dianiaya dan diikuti dengan gerakan serangan terhadap lawan politik merupakan suatu kejahatan politik dalam arena demokrasi sehingga aparat harus bertindak dan mencari dalang intelektual yang menskenariokan peristiwa itu agar tak menjadi presiden buruk terhadap nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

"Kalau itu dilakakukan dengan tujuan skenario politik, itu suatu kejahatan politik. Apalagi skenario itu diikuti dengan serangan terhadap lawan politik, aparat harus mencari dalang intelektualnya agar tidak menjadi presiden buruk terhadap demokrasi di Indonesia," ujar Ramses.

Lebih lanjut Ramses mengatakan, aparat juga harus menelusuri pihak-pihak yang ikut menghujat lawan politik apalagi peristiwa penganiayaan itu merupakan sebuah kebohongan publik.

Cara-cara politik demikian, kata Ramses, sangat tidak baik untuk pendidikan politik bagi generasi ke depannya sebab dapat merusak nilai-nilai demokrasi.

"Iya harus cari juga pihak-pihak yang sudah menghujat dan menuduh lawan politik secara terang-terang, apalagi penganiayaan itu merupakan kebohongan publik," ucap Ramses.

Diketahui, polisi melakukan penyelidikan untuk memastikan benar tidaknya Ratna Sarumpaet dianiaya di Bandung pada 21 September.

Polisi menyatakan jurkamnas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu diketahui memang memang mendatangi di rumah sakit, namun bukan karena adanya laporan penganiayaan.

"Bahwa benar Ratna Sarumpaet dirawat pada 21-24 September 2018 di RS Khusus Bedah Bina Estetika," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/10).

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui Ratna Sarumpaet menjalani operasi plastik di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Dari keterangan ini, informasi yang menyatakan Ratna berada di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September tidak terbukti.

Polisi mendapatkan bukti keberadaan Ratna di rumah sakit tersebut. Menurut polisi, Ratna dirawat di ruang B.1 Lantai 3 selama berada di RS Khusus Bedah Bina Estetika.

"Berdasarkan rekaman CCTV, Ratna Sarumpaet keluar RS Bina Estetika pada Senin tanggal 24 September pukul 21.28 WIB menggunakan taksi Blue Bird," ujarnya.

Kubu Prabowo-Sandiaga sebelumnya mengungkapkan, Ratna dianiaya saat berada di Bandung pada 21 September 2018. Waketum Gerindra Fadli Zon bahkan menyebut Ratna dianiaya oleh 2-3 orang pria.

"Penganiayaan itu dilakukan oleh mungkin 2-3 orang laki-laki, di parkiran di luar mobil. Tapi mengenai detailnya, saya belum tahu," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10). (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya