Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kubu Prabowo Harus Klarifikasi Terkait Ratna Sarumpaet

Putri Rosmalia Octaviyani
03/10/2018 12:41
Kubu Prabowo Harus Klarifikasi Terkait Ratna Sarumpaet
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menerima plakat nomor Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9).(MI/RAMDANI)

KEBOHONGAN soal penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet menjadi hal yang sangat disayangkan. Terutama karena kubu pendukung Prabowo telah melakukan konferensi pers sebelum ada hasil PENYELIDIKAN dari kepolisian.

Hal itu telah dijadikan sebagai permainan poltik. Kegaduhan dan saling tuduh terjadi dari kubu Prabowo yang sebagian besar diarahkan ke kubu pendukung Jokowi.

Pagi ini, Rabu (3/10), kepolisian melakukan konferensi pers yang menyatakan jika kondisi luka muka Ratna terjadi karena operasi bedah kecantikan. Bukan penganiayaan.

Hal itu dibuktikan oleh beberapa hal, mulai dari bukti kamera CCTV di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, serta keterangan pihak bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Atas kegaduhan yang terjadi, kubu Prabowo didesak melakukan konferensi pers ulang. Klarifikasi harus dilakukan oleh pihak-pihak yang telah mengeluarkan pernyataan menjurus tuduhan atas kejadian tersebut.

"Iya konferensi pers yang sebelumnya harus diklarifikasi. Harus dicabut kembali oleh pihak kubu sana yang seakan-akan itu terjadi kekerasan," ujar ketua DPP Golkar Ace Hasan, di gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/10).

Ace mengatakan, sebagai masyarakat negara hukum, sudah seharusnya setiap pihak yang merasa mendapat tindak kekerasan menyelesaikannya di jalur hukum. Konfirmasi atau pengumuman ke publik harus dilakukan berdasarkan bukti otentik hasil pendalaman kepolisian.

"Seharusnya siapapun termasuk kami pun jika mendapatkan informasi terkait dengan tindakan kekerasan sebaiknya dicek dulu, diidentifikasi dulu supaya tidak menimbulkan spekulasi macam-macam, liar," ujar Ace. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya