Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Prabowo Minta Laksanakan Pemilu dengan Sejuk dan Damai

Nurjiyanto
21/9/2018 23:05
Prabowo Minta Laksanakan Pemilu dengan Sejuk dan Damai
( MI/RAMDANI)

CALON Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, meminta seluruh masyarakat untuk tetap dapat melaksanakan pemilihan umum dengan damai dan sejuk. Dia menuturkan bahwa seluruh komponen bangsa perlu menyikapi seluruh persoalan yang dengan semangat sebagai keluarga besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Bersama dengan Pak Joko Widodo saya menyerukan seluruh jajaran seluruh rakyat Indonesia marilah kita laksanakan pemilu dengan sejuk dengan damai dengan semangat kekeluargaan dengan mencari yang terbaik untuk bangsa bukan untuk mencari kesalahan atau kekurangan masing-masing," ujar Prabowo dalam sambutannya usai acara pengundian dan penetapan nomor urut capres-cawapres di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9) malam.

Dia pun mengharapkan agar semua elemen bangsa dapat menahan diri dan bersikap tenang dalam menyongsong pesta demokrasi ini. Hal itu diharapkannya agar proses demokrasi ini dapat berjalam dengam baik dan kondusif.

"Saya berharap semua pihak selalu bersikap tenang, bersikap tidak emosional, menahan diri marilah kita menyongsong proses demokrasi dengan baik dengan tenang kita berharap semua pihak melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, calon Wakil Presiden pasangan Prabowo, Sandiaga Uno, menuturkan bahwa para elite sudah dapat dijadikan contoh dalam hal menyikapi kontestasi pemilu yang damai dan teduh.

Ia mencontohkan hal tersebut dari adanya kesepakatan yang dibuat oleh Jokowi dan Prabowo saat memutuskan untuk menambah angka 0 (nol) di depan nomor urut yang kesepakatan tersebut dibuat tidak lebih dari satu menit.

"Pak Prabowo Pak Presiden Joko Widodo dan dengan santai memutuskan menambah angka nol di depan angka 01 dan 02, tidak sampai 1 menit. Itu menunjukkan bahwa kami bersahabat," ujarnya.

Dengan adanya contoh dari para elite ini, ia pun mengharapkan agar seluruh elemem bangsa tetap menjungjung rasa persatuan dan keberagaman dalam kontestasi pemilu ke depan. Hal tersebut pun menurutnya akan mampu membuat efektifitas percepatan pembangunan khususnya dalam hal ekonomi.

"Kita ingin pemilu yg mempersatukan, pemilu yang menjungjung tinggi keberagaman, menjung-jung tinggi persatuan kita, menjungjung tinggi juga keteduhan dan kesejukan, sehingga percepatan pembagunan dengan menbangung ekonomi khususnya lapangan kerja itu bisa kita lakukan," ujarnya.

Hasil rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut capres-cawapres dalam kontestasi Pemilihan Umum 2019 telah dilakukan. Hasilnya, paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dan untuk paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan nomor urut 2. Hal tersebut ditetapkan langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman pada Jumat malam.

"Menetapkan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagai berikut. Saudara Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada nomor urut 1 dan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada nomor urut 2. Keputusan ini mulai berlaku setelah ditetapkan pada 21 September 2018," ujarnya di Kantor KPU, Jumat malam. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya