Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ternyata Ada 20% DPD Demokrat Dukung Jokowi

Putri Rosmalia Octaviyani
14/9/2018 08:40
Ternyata Ada 20% DPD Demokrat Dukung Jokowi
(Ist)

JAGAT perpolitikan nasional diramaikan sikap Partai Demokrat usai memberikan dispensasi kepada kadernya di aerah yang terang-terangan mendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.Padahal di atas kertas,Demokrat menjadi partai pengusung bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Diakui Partai Demokrat, berdasarkan survei internal yang dilakukannya sebelum menentukan pilihan untuk Pilpres 2019, ada 20% dari 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) seluruh Indonesia memilih untuk mendukung Jokowi.

"Jadi yang sekarang diberitakan ada tiga kader, bukan hanya itu. Tapi memang ada 20% (dukung Jokowi)," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan dalam diskusi bertajuk Isu Dua Kaki Demokrat Ganggu Parpol Koalisi? di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Beberapa kader Demokrat yang secara terbuka mendukung Jokowi adalah Gubernur Papua dan Ketua DPD Demokrat Papua Lukas Enembe, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara yang juga Wali Kota Manado Vicky Lumentut dan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo.

Kondisi itu membuat Demokrat sulit memberikan sanksi bagi kadernya yang tidak ikut komitmen partai untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Terutama, banyak diantara kadernya tersebut memegang peranan penting di daerah. Meskipun demikian, menurut Syarief, hal tersebut bersifat sementara dan masih bisa berubah menjelang Pilpres 2019. "Kewajiban kami sekarang meyakinkan mereka agar pilih Prabowo," tandasnya.

Wajar dukung Jokowi

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai wajar apabila banyak kader Partai Demokrat berbondong-bondong mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf. "Rakyat yang dipimpin di daerahnya memang melihat kepemimpinan Pak Jokowi dinilai kinerjanya baik dan berhasil sehingga tidak mungkin berbeda dengan pilihan rakyatnya," kata Ace.

Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga meminta partai koalisi memahami partainya tak bisa menjamin 100% kemenangan Prabowo-Sandiaga di seluruh wilayah. Pihaknya akan fokus mempertahankan suara partai di beberapa daerah yang bukan basis Prabowo, seperti di Papua dan NTT, wilayah-wilayah itu saat ini sulit dipetakan. Di wilayah-wilayah tersebut, para kadernya diberikan kebebasan untuk tidak mengampanyekan pasangan Prabowo-Sandiaga. Ia khawatir suara partainya justru jeblok jika mengkampanyekan capres yang bukan pilihan dan aspirasi masyarakat.

Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta polemik isu main dua kaki partainya diakhiri. Semua pihak diminta menghormati kedaulatan dan kebijakan internal Partai Demokrat. AHY menegaskan partainya komitmen mendukung Prabowo-Sandiaga.

"Setiap partai punya kedaulatan. Demokrat juga punya kedaulatan dan urusan internal biarkan kami yang membahasnya dengan baik sesuai dengan mekanisme dan juga kelaziman yang berlaku di partai kami," pungkasnya. (Metrotvnews/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya