Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Gerakan Perempuan Milenial Tolak Politisasi Emak-Emak

Faisal Abdalla
12/9/2018 13:24
Gerakan Perempuan Milenial Tolak Politisasi Emak-Emak
(Ilustrasi)

GERAKAN Perempuan Milenial Indonesia (Permisi) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka menolak pemanfaatan emak-emak sebagai alat politik.

"Kami selaku anak perempuan merasa emak-emak kami dijadikan objek politik oleh sekelompok orang. Mereka sengaja menjual gerakan emak-emak sebagai alat politik untuk merebut kekuasaan," kata Koordinator Permisi, Ananda Lamadau, di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Permisi menolak segala bentuk upaya yang memanfaatkan emak-emak dalam politik praktis, termasuk melibatkan emak-emak dalam gerakan #2019GantiPresiden.

Hal itu, kata Ananda, untuk menghindari penafsiran yang ambigu di masyarakat mengingat sudah ada kandidat capres dan cawapres yang mendaftar secara resmi di KPU.

"Sebagai perempuan milenial, kami tidak ingin emak-emak digiring dengan isu yang dangkal dan tidak memperhitungkan tugas mulia seorang emak atau seorang ibu. Sekali lagi, kami, Perempuan Millenial Indonesia, tidak akan membiarkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik memanfaatkan emak-emak sebagai bahan kampanye mereka," tandas Ananda.

Ananda mengaku sikap politik Permisi netral dan tidak mendukung kepentingan calon manapun. Dia tidak melarang emak-emak berpolitik, namun menolak keras jika emak-emak dimanfaatkan sebagai alat politik.

Permisi mendesak Bawaslu melakukan fungsi pengawasan agar proses tahapan Pemilu 2019 berjalan demokratis dan sesuai peraturan perundang-undangan.

"Kami mendesak Bawaslu mengawasi serta menindak oknum dan lembaga politik yang tidak patuh pada Peraturan perundang-undangan serta menggunakan politik identitas," tandasnya. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya