Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

JK Titip Pasukan Perdamaian Indonesia Kepada Pemerintah Kongo

Dero Iqbal Mahendra
06/9/2018 20:25
JK Titip Pasukan Perdamaian Indonesia Kepada Pemerintah Kongo
( Koresponden/Dero Iqbal Mahendra )

WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Republik Demokratik Kongo Léonard She Okitundu Lundula beserta delegasinya di Kantor Wapres di Jakarta, Kamis (6/9).

Kehadiran pejabat negara Kongo tersebut merupakan kunjungan pertama sejak pembukaan hubungan diplomatik antara RI dan Kongo pada 1963 untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi.

“Saya senang menerima kunjungan bersejarah ini, kunjungan Menlu Kongo yang pertama setelah kemerdekaan,” ucap Wapres.

Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo baru saja melepas pasukan Indonesia untuk MONUSCO (badan PBB untuk Misi Stabilisasi Kongo) sebanyak 850 orang. Oleh sebab itu, kehadiran pasukan perdamaian Indonesia itu dapat memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya perdamaian berkelanjutan di Kongo.

“Saya ingin menitipkan anggota pasukan ini kepada Yang Mulia,” ujar Wapres kepada Lundula.

Pertemuan Wapres dan Lundula tersebut difokuskan pada perbincangan terkait masalah kerja sama ekonomi seperti infrastruktur dan industri strategis.

“Yang Mulia, fokus tugas kita adalah memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Kongo,” terangnya.

Wapres menjanjikan akan mempertemukan tamunya tersebut dengan beberapa BUMN Indonesia. “Saya berharap BUMN Indonesia dan perusahaan Kongo dapat segera melakukan kerja sama konkrit di berbagai bidang,” pesannya.

Potensi kerja sama ekonomi antarkedua negara bisa lebih meningkat lagi, mengingat pada 2017 kerja sama perdagangan mencapai nilai yang cukup signifikan, yakni US$217 juta.

Turut serta dalam rombongan delegasi di antaranya Duta Besar Republik Demokratik Kongo untuk Republik Indonesia Mossi Nyamale Rosette, Penasehat Diplomatik dan Politik untuk Wakil Perdana Menteri Michael Sakombi Ilunga, Direktur Jenderal OGEFREM (Kantor Manajemen Multimodal Fret di Pemerintahan) Sayiba Tambwe Patient, Direktur Jenderal ANAPI (Badan Nasional Penanaman Modal) Nkinzo Kamole Bahire Anthony, Penasehat Pertama Kedutaan Besar Republik Demokratik Kongo di New Delhi Kasongo Musenga.

Wapres dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar, serta Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya