Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat (DPD) Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanagara di Bandung, kemarin. Pertemuan digelar terkait rencana Demiz menjadi juru bicara Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Berbeda dengan Demiz, Demokrat ikut mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilu Presiden 2019. Hal itu membuat partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono perlu mencari solusi terkait sikap kader yang tidak lagi sejalan.
Seusai melakukan pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit di Kantor DPD Demokrat Jawa Barat, Irfan mengatakan Deddy harus terlebih dahulu membicarakan niatnya kepada seluruh pengurus partai di tingkat pusat dan provinsi.
"Kami besok akan rapat, bentuk laporan kami ke DPP. Kami akan laporkan hasil pertemuan dengan Demiz. Sampai saat ini Pak Demiz masih jadi Ketua MPD Partai Demokrat Jabar. Pak Demiz (menjaga) fatsun dengan (mematuhi) seluruh AD/ART Partai Demokrat," kata Irfan.
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Asep Wahyu Wijaya menambahkan, Demiz yang merupakan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu diharapkan tetap ikut memenangkan Demokrat pada Pemilu Legislatif 2019.
"Kita berharap Demiz yang bertugas sebagai Ketua MPD memenangkan pemilu legislatif, mendorong pemenangan di daerah. Kalau pemilu presiden, terserah (Demiz). Kita (di DPD) enggak bisa menyelesaikan seperti itu," kata Asep.
Asep menambahkan, secara individu Deddy memiliki hak politik untuk mendukung calon presiden pilihannya. "Namun, tata krama harus dilakukan. Datang, komunikasikan. Demiz sudah ke DPP, sudah bertemu terkait ini," katanya.
Deddy tidak menjawab secara tegas terkait keinginannya memperkuat kubu Koalisi Indonesia Kerja. Menurut dia, semua keputusan diserahkan kepada Irfan Suryanagara selaku Ketua DPD Demokrat Jawa Barat. "Saya serahkan hasil bahasan tadi ke Ketua DPD Demokrat Jawa Barat," katanya.
Tanggung risiko
Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto mengatakan kader yang tidak sejalan dengan kebijakan partai akan menanggung risiko masing-masing, termasuk jika mereka tidak mau ikut mendukung Prabowo-Sandiaga.
"Mereka pasti sudah tahu risiko-risiko yang harus diterapkan pada mereka," ujar Agus di Jakarta, kemarin.
Agus mengatakan setiap pendapat yang dikeluarkan oleh kader pembela Jokowi-Ma'ruf merupakan pernyataan pribadi, di luar dari partai. Partai tidak memiliki hak dan kapasitas untuk melarang atau menahan setiap sikap atau pernyataan dari kadernya.
"Karena semua pilihan itu secara pribadi dan tidak sama dengan pilihan dari Demokrat. Demokrat berkomitmen mendukung Prabowo-Sandi," ujar Agus.
Seperti diketahui, beberapa politikus Demokrat memilih mendukung Jokowi-Ma'ruf. Selain Deddy Mizwar, Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe, juga mendukung Jokowi-Ma'ruf pada Pemilu Presiden 2019. Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga sempat diisukan bakal merapat ke Jokowi. (Pro/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved