Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Demokrat Resah Kader Terbaik Dukung Jokowi

Insi Nantika Jelita
30/8/2018 08:10
Demokrat Resah Kader Terbaik Dukung Jokowi
(Deddy Mizwar -- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

PARTAI Demokrat berencana memanggil mantan wakil gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) untuk mengklarifikasi posisinya sebagai juru bicara kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Demiz masih menjabat Ketua Majelis Pertimbangan DPD Partai Demokrat Jawa Barat.

"(Selasa) tadi malam saya ditelepon Irfan Surya Negara, ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat. Mereka berjanji bertemu dengan Deddy Mizwar di Bandung Kamis ini," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan di Senayan, Jakarta, kemarin.

Menurut Hinca, Demokrat ingin mendapatkan penjelasan yang utuh dari kader terbaiknya tersebut. "Itu kan pilihan politik dan tentu partai harus mendengarkan. Ini kan baru dengar dari pemberitaan," pungkasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais menilai keterlibatan Demiz sebagai juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin tidak akan berpengaruh kepada pemilih di daerah Jawa Barat.

"Enggak (khawatir). Kita kalau maju pemilu presiden enggak perlu khawatir-khawatir, tapi dengan rencana yang matang dan eksekusi." ungkap Hanafi Rais di Gedung Bawaslu, Jakarta, kemarin.

Meski tidak khawatir, Hanafi berharap hal tersebut masih sebatas wacana. Pasalnya, 'Si Jenderal Naga Bonar' itu belum terdaftar di KPU sebagai bagian tim sukes Koalisi Indonesia Kerja. "Kalau masih rencana kan masih bisa berubah," cetus dia.

Sebelumnya, Demiz mengonfirmasi dirinya masuk Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja. Ia berharap cocok dengan posisi tersebut.

"Insya Allah, semuanya harus jelas. Mudah-mudahan cocok dan menjadi cita-cita ke depan," kata Deddy saat dimintai konfirmasi, Selasa (28/8).

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan masuknya Deddy Mizwar menjadi bagian Koalisi Indonesia Kerja telah melalui koordinasi dengan Jokowi.

Menurut dia, Deddy mempunyai landasan kebudayaan yang sesuai dengan fokus Jokowi-Ma'ruf.

"Ya, tadi pertimbangannya aspek kebudayaan, kepentingan pilpres itu jauh lebih mencerminkan kesatupaduan dari seluruh elemen masyarakat. Itu yang kami ingin tunjukkan," kata Hasto.

Tidak berpartisipasi

Selain Demiz, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo juga dikabarkan bakal berpartisipasi di Koa-lisi Indonesia Kerja. Namun, Hinca memastikan Gubernur Jawa Timur itu tidak akan mengikuti langkah Deddy. "Saya pastikan Pakde Karwo tidak (berpartisipasi)," kata Hinca.

Hinca membantah partainya menekan Pakde Karwo agar membatalkan niat bergabung ke kubu Jokowi. Di Demokrat tidak ada intimidasi ditekan-tekan seperti itu," imbuhnya.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul, mengatakan Demokrat setengah hati mendukung Prabowo. Hal itu karena Demokrat menginginkan Komandan Satuan Tugas Bersama Agus Harimurti Yudhoyono yang menjadi calon presiden.

"Wajar mereka begitu. Memangnya Agus ikut total mendukung seperti yang mereka bilang? Sekarang saja (Demokrat) ngotot jadi presiden. Apalagi 2024 kalau Sandiaga menang. Kan Demokrat bakal jadi dayang-dayang," kata Ruhut di Rumah Cemara 19, Jakarta, kemarin. (*/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya