Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ALVARA Research Center merilis hasil survei terkait kontestasi Pilpres 2019 setelah pengumuman bakal pasangan calon capres dan cawapres. Dalam hasil tersebut, 2 dari 3 faktor penentu kemenagan Pilpres 2019 menempatkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai unggulan.
Adapun 1 faktor lainnya menempatkan Prabowo Subi-anto-Sandiaga Uno sebagai unggulan.
Hal itu diungkapkan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali. Menurutnya faktor pertama ialah perebutan suara gene-rasi muda. Generasi muda ini terbagi antara generasi Z (18-21 tahun) serta generasi milenial (21-35 tahun).
Dengan persentase jumlah pemilih 52% di Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf memperoleh elektabilitas di generasi Z sebanyak 45,9%, Prabowo-Sandi sebesar 40,1%.
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf pun unggul di kategori milenial dengan 52,3%, Prabowo-Sandi 36,3%.
"Jokowi-Ma'ruf Amin unggul di semua kelompok usia. Tapi di kelompok usia Generasi Z, margin kedua pasangan tak berbeda jauh," ungkapnya dalam paparan surveinya di Jakarta, kemarin.
Faktor selanjutnya ialah perebutan suara pemilih muslim yang angkanya mencapai 87,6% dari total pemilih di pilpres 2019. Jokowi-Ma'ruf memperoleh elektabilitas 52,2%, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 36,3%.
NU dan Muhammadiyah
Jika dibedah kembali ke dalam organisasi Islam, Jokowi-Ma'ruf memperoleh elektabilitas di kalangan Nahdlatul Ulama sebesar 53,8% dan Prabowo-Sandi sebesar 35,7%.
Lalu untuk elektabilitas di kalangan Muhammadiyah, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 48,6% dan Prabowo-Sandi 40,4%.
"Pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin unggul baik pada pemilih berlatar belakang NU dan Muhammadiyah. Namun, pada pemilih Muhammadiyah pasangan Prabowo-Sandiaga tidak jauh tertinggal elektabilitasnya," ungkapnya.
Faktor lain ialah perolehan suara secara kewilayahan yakni di kawasan Jawa dan Sumatra. Dalam hal ini pasangan Prabowo-Sandi unggul di Sumatra. Sementara itu, pasangan Jokowi- Ma'ruf unggul di Jawa.
Dengan jumlah pemilih nasional sebesar 21% di Pulau Sumatra, Prabowo-Sandi memeroleh elektabilitas 48,9%, sedangkan Jokowi-Ma'ruf 41%.
Dengan jumlah pemilih nasional sebesar 57,5% di Pulau Jawa, Jokowi-Ma'ruf memperoleh elektabilitas 61,7%, Prabowo-Sandi 27,5%.
"Pasangan Prabowo-Sandi unggul di Pulau Sumatra, sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul di Pulau Jawa. Pemilih yang berasal dari Jawa-Sumatra merupakan lumbung suara Pilpres 2019, mencapai 78,5%. Besarnya margin antardua pasang kandidat capres-cawapres di Jawa dan Sumatra akan menentukan," ujarnya.
Riset ini dilalukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka (face-to-face interview) kepada 1.500 responden.
Riset dilakukan pada kurun waktu 12-18 Agustus 2019 di seluruh provinsi di Indonesia dengan margin of error 2,53%.
Dari hasil survei itu Joko Widodo KH Ma'ruf Amin meraih 53,63%, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno 35,2% Hasanuddin mengatakan, dengan selisih tipis perolehan suara dari tiga pemilih kunci tersebut, kedua paslon harus mempersiapkan strategi yang lebih tepat untuk menggaet suara dari ketiganya. (P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved