Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
POLEMIK dugaan mahar politik yang ditujukan kepada calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno saat ini masih pada ke tahap pemanggilan saksi-saksi.
Andi Arief selaku wakil sekjen Partai Demokrat menjadi salah satu saksi dan rencananya hari ini, Jumat (24/8), jadwalkan datang ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun melalui pesan yang disampaikan, Andi Arief menyebutkan tidak bisa datang ke Bawaslu. Pemanggilan Andi Arief merupakan yang ketiga kalinya pada hari ini.
Adapun pesan yang disampaikan oleh Andi Arief seperti berikut,
"Hari ini sebetulnya saya sudah berjanji hadir di Bawaslu untuk memenuhi undangan ketiga untuk klarifikasi Sebagai saksi Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno. Kemarin, saya sudah menghubungi Bawaslu tentang ada kemungkinan saya masih belum bisa kembali ke Jakarta karena saya masih harus bersama orang tua saya yang belum sehat sepenuhnya." ujar Andi Arief melalui pesan yang disampaikan, Jumat (24/8).
Kemudian Andi Arief melemparkan opsi pada Bawaslu untuk pemberian klarifikasinya pada hari ini.
"Saya sempat meminta tiga opsi agar saya tetap bisa memenuhi janji saya memberi klarifikasi ke Bawaslu: Pertama, video call. Cara ini bisa membantu saya memberi klarifikasi. Kedua, saya menulis klarifikasi yang saya tanda tangani. Ketiga, saya melakukan klarifikasi di Bawaslu Lampung," ungkap Andi.
Namun ketiga usulan Andi Arief tersebut tidak dihiraukan oleh Bawaslu. Kemudian lanjutnya dalam pesan Andi Arief menyampaikan bahwa akan meminta bantuanya pada pengacaranya untuk menjelaskan langsung pada Bawaslu perihal ketidakhadirannya.
"Saya telah meminta bantuan dua sahabat saya pengacara muda yang juga pengurus partai yaitu Jansen Sitindaon (Demokrat) dan Habiburohman (Gerindra) untuk menjelaskan atas ketidakhadiran saya. Demikian penjelasan singkat, Saya tidak menghindar dan tidak juga mencabut dua twit saya yang kemudian menjadi alasan pelapor yang saya tidak kenal untuk membawa problem ini ke Bawaslu." ujarnya
Andi kemudian menyebutkan bahwa tidak ada niatan untuk menggagalkan pencalonan Sandiaga sebagai cawapres Prabowo Subianto.
"Mudah-mudahan masalah ini cepat selesai dan Sandi Uno khususnya tidak terbebani dengan proses di Bawaslu ini sehingga bisa berkonsentrasi untuk kemenangan Pilpres bersama Pak Prabowo dan partai-partai Koalisi. Saya tidak pernah berniat menggaglkan pencawapresan Sandi Uno, saya hanya berkeinginan untuk mencegah Pak Prabowo berbuat salah pada 8 Aguatus 2018 lalu atas informasi yang saya dengar langsung dari 3 pimpinan partai Demokrat. Bagi saya itu kategorinya bukan informasi biasa." ungkap Andi.
Kemudian melalui pesan dari Andi Arief yang disampaikan kepada Media Indonesia, Ia mengatakan, "Terhadap isu yang saya terima tadi malam bahwa salah satu ketua DPD Partai Politik di Jakarta yang mengorder etnis tertentu untuk mengintimidasi saya, tentu saya khawatir. Sejak dulu saya paling takut menghadapi ancaman fisik ini. Karena itu lebih baik saya menghindar. Akan saya kirim utusan untuk klarifikasi langsung ke Ketua DPD Partai Politik itu. Kalau sangat diperlukan saya akan meminta perlindungan pada kepolisian." tandasnya
Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar mengkonfirmasi bahwa untuk pemanggilan Andi Arief berikutnya akan dijadwalkan pada, Senin (27/8). (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved