Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman menyatakan bakal calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memenuhi syarat administrasi yang telah ditetapkan. "Sudah semua, sudah memenuhi syarat semua. Tinggal menunggu penetapan calon presiden dan wakil presiden tanggal 20 September," katanya di Jakarta, kemarin.
Dokumen laporan kekayaan setiap paslon maupun laporan kesehatan juga sudah diterima dan diumumkan. Untuk itu, tidak perlu lagi adanya tambahan dokumen yang dipersyaratkan.
Meski demikian, kata dia, dokumen untuk tim kampanye nasional masih dapat dilakukan perubahan hingga sehari menjelang kampanye yang mulai 23 September 2018 mendatang. "Struktur tim kampanye juga sudah diserahkan kepada kami. Cuma untuk melengkapi, menyempurnakan, ya silakan saja," jelas Arief.
Penetapan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden oleh KPU akan dilaksanakan 20 September mendatang. Sebelumnya, KPU memberikan waktu untuk perbaikan dokumen bakal calon presiden dan wakil presiden untuk diverifikasi pada 22 Agustus 2018.
Sementara itu, hingga saat ini tim kampanye kedua kubu masih terus dimatangkan. Koalisi Jokowi-Ma'ruf, meski telah terbentuk struktur tim kampanye, namun masih belum menentukan ketua tim. Masih menunggu keputusan dari calon presiden dan calon wakil presiden. Nama Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam tim Jokowi-Ma'ruf ditempatkan sebagai dewan pengarah.
Adapun koalisi Prabowo-Sandiaga juga terus membangun tim kampanye. Prabowo telah menunjuk mantan Panglima TNI Djoko Santoso sebagai ketua tim kampanye nasional.
Jokowi unggul
Di sisi lain, hasil survei yang dilakukan lembaga penelitian Alvara Research Center menunjukkan elektabilitas Jokowi di tiga provinsi unggul atas pesaingnya, Prabowo, sebelum masa pendaftaran capres-cawapres.
"Elektabilitas di awal Agustus 2018 sebelum pendaftaran pasangan capres-cawapres, Jokowi lebih unggul dibandingkan Prabowo, di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten," ujar CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali.
Di Jakarta, elektabilitas Jokowi sebesar 55,6% dan Prabowo 25,4%. Di Jawa Barat, elektabilitas Jokowi 47,7% dan Prabowo 34,4%. Adapun di Banten, elektabilitas Jokowi 56% diikuti Prabowo 28,7%.
Hasanuddin mengatakan meskipun unggul, keunggulan Jokowi belum aman, terutama di Jawa Barat. Dengan selisih hanya 13,2%, elektabilitas kedua kandidat akan semakin ketat seiring dengan berlangsungnya berbagai kampanye dari kedua pasangan.
"Dibandingkan DKI Jakarta dan Banten, masyarakat Jawa Barat memiliki tingkat kepuas-an publik yang rendah terhadap kepemimpin-an Jokowi-JK. Hal itu menjadikan wilayah tersebut akan menjadi ladang pertempuran yang sangat sengit di antara kedua kandidat," ujarnya.
Survei di DKI Jakarta menggunakan multistage random sampling dengan melibatkan responden berusia 17 tahun ke atas sebanyak 1.237 orang dengan margin of error 2,84%, dengan tingkat kepercayaan 95%. Di Jawa Barat melibatkan 1.200 responden, dan Banten 1.201 responden. (Ant/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved