Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Zulhas Irit Bicara Soal Dugaan Mahar Rp500 Miliar

Whisnu Mardiansyah
15/8/2018 13:50
Zulhas Irit Bicara Soal Dugaan Mahar Rp500 Miliar
(ANTARA)

KETUA Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan enggan berbicara banyak terkait dugaan mahar politik Rp500 miliar dari Sandiaga Uno kepada partainya. Zulhas sapaan karib Zulkifli menyebut, polemik mahar politik sudah berakhir. 

"Saya enggak mau tanggapi. Berita hoaks. Bagi-bagi dong kalau ada. Jenderal kardus segala macam, ngapain ditanggapin. Biar saja," kata Zulhas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/8). 

Terkait dugaan mahar politik yang bakal diselidiki oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) itu, Zulhas juga enggan banyak berkomentar. Termasuk, kemungkinan Sandiga dipanggil oleh Bawaslu.  

"Hoaks saya enggak mau tanggapi," tandas Zulhas. 

Isu mahar politik keluar dari mulut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Dia menuding ada transaksi antara Sandiga dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) terkait kursi cawapres. 

Menurut dia, PKS dan PAN menerima masing-masing Rp500 miliar dari Sandiaga. Kesepakatan mengenai mahar ini dibeberkan tim kecil dalam konsolidasi bersama pada Selasa (8/8).

Saat itu, Demokrat meminta penjelasan mengenai Sandiaga Uno yang muncul dalam bursa cawapres Prabowo Subianto. Pasalnya, nama tersebut baru muncul setelah formulasi nama-nama lainnya di bursa.

Sementara itu, Sandiaga memastikan tak ada mahar total Rp1 triliun kepada PKS dan PAN untuk kampanye. 

"Kita bisa pastikan itu tidak benar. Tidak benar mahar, karena semuanya harus sesuai undang-undang," tandas suami Nur Asia itu.

Kendati demikian, Sandiaga akan membantu logistik kampanye untuk pemenangan dirinya dan calon presiden Prabowo Subianto. Masa kampanye dijadwalkan berlangsung dari 23 September 2018 hingga 13 April 2019. (Medcom/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya