Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Putra-Putri Jawa Kelahiran Sumatra, Sulawesi, dan Maluku (Pujakessuma) Nusantara Suhendra Hadi Kuntono menyampaikan dirinya siap apabila ditunjuk menjadi tim pemenangan petahana Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin sebagai pasangan calon presiden-wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Dengan mengucap bismillah, insya Allah saya siap (menjadi salah satu tim pemenangan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin)," kata Suhendra saat ditanya perihal kesiapannya menjadi salah satu tim pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, di Jakarta, Senin (13/8).
Suhendra mengaku kesiapannya itu lantaran dirinya sudah memiliki bekal massa besar yakni Pujakessuma Nusantara dengan beranggotakan 23 juta orang di seluruh Indonesia.
"Kami juga memiliki organisasi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yang berangotakan semua perangkat desa dari 73 ribu desa di seluruh Indonesia," kata Suhendra yang juga sesepuh PPDI.
Suhendra menerangkan langkahnya itu sebagai jalan tengah kekhawatiran dirinya terhadap wacana kandidat calon ketua tim pemenangan petahana Jokowi-Ma'ruf yang mengerucut ke dua nama yakni Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
Apalagi, Jokowi-Ma'ruf akan berhadapan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sebagai pasangan capres-cawapres yang tidak bisa dipandang remeh.
“Selamatkan Jokowi dari kemungkinan munculnya kuda troya,” ujar dia.
JK, kata dia, sesungguhnya hendak maju kembali sebagai cawapres Jokowi tapi terhalang konstitusi. Hal ini bisa terjadi ketika Partai Perindo mengajukan uji materi (judicial review) ke MK atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umim terhadap Pasal 7 UUD 1945 agar JK yang sudah menjabat wapres selama dua periode (2004-2009 dan 2014-2019) dapat maju kembali sebagai cawapres Jokowi. JK juga mengajukan diri sebagai pihak terkait ke MK.
“Sayangnya, sampai pendaftaran capres ditutup KPU (Komisi Pemilihan Umum) pada 10 Agustus 2018, MK tidak kunjung menyidangkan judicial review itu,” jelasnya.
Akhirnya, kata Suhendra, Jokowi memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin menjadi cawapres sebagai jalan kompromi setelah sebelumnya sosok yang dijagokan Jokowi, Mahfud MD, ditolak parpol koalisi, terutama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Jadi, selain JK, Mahfud pun berpotensi menjadi kuda troya akibat kekecewaannya,” papar pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, 50 tahun lalu ini.
Adapun Mahfud, dinilai Suhendra, tidak cocok jadi ketua tim pemenangan Jokowi-Maruf, karena terbukti gagal saat menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014.
"Kapabel dalam bidang hukum ketatanegaraan di meja persidangan, belum tentu juga ia kapabel dalam percaturan politik di lapangan,” pungkas Suhendra. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved