Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Amien Rais Bukan Ancaman Bagi Jokowi

Dero Iqbal Mahendra
12/6/2018 13:30
Amien Rais Bukan Ancaman Bagi Jokowi
(MI/SUSANTO)

TANTANGAN dari Amien Rais yang menyatakan akan maju dalam Pemilihan Presiden 2019, dinilai bukan ancaman bagi Joko Widodo. Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

"Selama syaratnya memenuhi silahkan, setiap warga memiliki hak memilih dan dipilih. Tetapi rakyat yang akan jadi hakim yang terbaik, mana yang ingin membangun bangsa mana yang hanya digerakkan ambisi kekuasaan," terang Hasto di Jakarta, Selasa (12/6).

Hasto mengingatkan Amien Rais harus terlebih dahulu mendapatkan dukungan dari partai politik sebagaimana disyaratkan dalam UU Pemilu. Sekalipun Amien maju sebagai salah satu kandidat capres, Hasto menilai hal itutidak akan memberikan perbedaan berarti dalam peta persaingan capres nanti.

"Tidak (menjadi ancaman), karena di masa lalu pak amien juga pernah maju," terang Hasto.

Tapi di luar itu, ia menilai tantangan Amien kepada Jokowiitu kurang tepat dilakukan mengingat Indonesia adalah negara dengan kebudayaan timur.

Terlebih suasana saat ini bulan Ramadan. Tentu rakyat akan melihat sendiri mana pimpinan yang baik dan menyatukan dan mana pemimpin yang memecah belah. Buktinya elektabilitas pak Jokowi tertinggi di berbagai survei," tandas Hasto.

Dia mengaku koalisi pendukung Jokowi akan tetap solid. Pada dasarnya setiap partai memiliki kedaulatan dalam mendukung calon pemimpinnya.

"Ketika partai berpindah pindah menjadi bunglon, rakyat akan tahu mana partai yang konsisten mana yang hanya mengejar kekuasaan," tutur Hasto.

Partai yang mengusung Jokowi sebagai capres pada 2019, kata dia, sudah memiliki dua kajian. Pertama suasana kebatinan yang baik. Kedua, adanya dukungan kuat rakyat kepada Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan partainya membuka peluang untuk mengusung Amien Rais menjadi capres meski rapat kerja nasional PAN menunjuk dirinya sebagai capres PAN.

"Tetapi siapa pun yang ingin mengambil kader terbaik PAN, siapa saja, saya ikhlas," kata Zulkifli di kediamannya, Jakarta, Sabtu (9/6). (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya