Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

PDIP Tantang Amien Jauh dari Mencerminkan Tokoh Bangsa

Astri Novaria
11/6/2018 15:40
PDIP Tantang Amien Jauh dari Mencerminkan Tokoh Bangsa
(MI/MOHAMAD IRFAN)

POLITIKUS Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan kecewa atas kritik yang dilontarkan oleh Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka menantang Jokowi bersaing dalam pilpres. Menurutnya, pernyataan Amien jauh dari pernyataan seorang tokoh bangsa.

"Sebagai contoh, buat apa pak Amien menantang Pak Jokowi? Buat apa juga beliau katakan “mari kita bertanding secara fair. Mari kita duel secara gentle. Artinya apa, kita tidak usah jihad dengan fisik, menimbulkan bloodshed, tumpah darah. Pak Amien itu kan tokoh bangsa, terkoneksi dengan kekuasaan juga punya parta di legislatif. Saya pikir dengan kondisi seperti itu beliau tidak perlu menantang Presiden," ujarnya di Jakarta, Senin (11/6).

Padahal, menurutnya, Amien memiliki saluran lain untuk melakukan kritik dan koreksi atas kebijakan pemerintahan Jokowi. Arteria berpandangan cara memberi kritik kepada pemerintah dengan cara itu lebih elegan ketimbang mengeluarkan pernyataan-pernyataannya belakangan ini.

"Saya pikir dengan kondisi seperti itu, beliau tidak perlu menantang Pak Presiden. Gunakan saja kanal-kanal yang beliau miliki, lakukan ideologi kepartaian, visi misi dalam program kerja dan kebijakan menterinya. Lalu lakukan koreksi terhadap Presiden maupun lembaga kepresidenan dan lembaga eksekutif dalam kerja-kerja kedewanan melalui fraksi PAN," tandasnya.

Ia menyayangkan pula pernyataan Amien yang jauh dari fakta yang sebenarnya dan cenderung menyerang. Meskipun demikian, ia mencoba menghormati pernyataan Amien sebagai bagian dari bahan instrospeksi untuk pemerintah.

Arteria mengingatkan kepada Amien agar lebih berhati-hati dalam menyatakan hal-hal yang sensitif. Ia tak berharap Indonesia menjadi terpecah belah lantaran pernyataan yang sensitif dari tokoh bangsa. Ia meminta Amien untuk tidak memancing konflik horizontal diantara sesama anak bangsa.

"Pak Amien saat ini terlihat begitu reaksioner. Saya khawatir itu akan kontraproduktif terhadap apa yang beliau perjuangkan dan menjadikan masyarakat pemilih menjadi tidak simpati kepada beliau. Saya saja dulu pengagum beliau tapi sekarang saya melihat Pak Amien sudah tidak menempatkan diri sebagai bapak bangsa dan berselancar dalam pusaran kepentingan yang ujung-ujungnya kita tahu tujuannya 2019 ganti presiden," paparnya.

Ia berharap Amien fokus pada penguatan internal kepartaian melalui PAN dan bisa membuktikan kepada publik kerja-kerja kerakyatan yang telah diperbuat dan menyiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2019. Sehingga, kata Arteria, terlihat sebagai bangsa yang beradab karena ada ruang yang disediakan negara di UU Pemilu untuk menguji elektabilitas calon presiden masing-masing.

"Jangan mencoba untuk memulai sesuatu yang sulit untuk diselesaikan. Indoensia ini harga mahal untuk pecah atau pun tidak untuk dengan mengatasnamakan apapun sekalipun. Tidak perlu lah beliau bicara seperti itu. Sebaiknya Pak Amien fokus lakukan kerja-kerja politik yang lebih konstruktif, terukur dan membangun persatuan. Yakinkan rakyat bahwa ide,visi, misi dan gagasan beliau yang lebih baik. Saya pikir itulah medan pertempuran dan perang yang sebenarnya," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya