Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER yang merawat terpidana korupsi KTP-E Setya Novanto yang juga terdakwa kasus perintangan pemeriksaan KPK, Bimanesh Sutarjo mengakui beberapa kesalahannya selama proses merawat Novanto di RS Medika Permata Hijau.
Hal yang ia akui sebagai kesalahannya yakni telah membuat pengumuman melalui tulisan di sebuah selembar kertas. Pengumuman itu berisi pemberitahuan bahwa Novanto tengah dalam berada kondisi yang membutuhkan istirahat sehingga tidak dapat dibesuk untuk sementara.
"Saya akui itu kesalahan saya. Meski tidak ada niat untuk melarang sebetulnya. Hanya sebuah pemberitahuan saja," kata Bimanesh dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Kamis (7/6).
Ia mengakui hal itu sebagai kesalahan karena akhirnya pengumuman itu disalahgunakan oleh mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, untuk menghalangi petugas KPK melihat kondisi politisi Partai Golkar itu secara langsung.
"Saya tidak kira bahwa akan disalahgunakan oleh Fredrich. Saat saya dapat laporan dari suster melalui telepon itu baru saya sadar. Makanya begitu subuh saya langsung ke RS untuk bisa memfasilitasi petugas KPK bertemu dengan Novanto," ujarnya.
Hal kedua yang ia akui sebagai kesalahan adalah tindakannya ketika mengetahui ada hal yang janggal mengenai luka-luka di tubuh Novanto setelah mengalami kecelakaan.
"Saya lihat lukanya ini tidak seperti kecelakaan. Cuma saya tetap tulis selayaknya kecelakaan biasa. Harusnya saya bilang saja ke penyidik semua kalau luka ini palsu," terangnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved