Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAKWA kasus perintangan pemeriksaan KPK, Bimanesh Sutarjo membantah telah membuat keputusan agar terpidana korupsi KTP-E Setya Novanto langsung menuju ruang rawat inap RS Medika Permata Hijau tanpa pemeriksaan terlebih dulu.
Dokter yang merawat mantan Ketua DPR RI pascakecelakaan mobil itu meyakini, dokter jaga pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) Michael Cahaya yang meminta hal tersebut.
"Bukan saya yang bilang Novanto untuk langsing naik saja ke atas, ke ruang rawat inap VIP, tapi dokter Michael," kata Bimanesh di Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Kamis (7/6).
Ia menegaskan dokter Michael yang meminta Novanto masuk melalui poliklinik dan bukan melalui IGD seperti prosedur yang seharusnya jika ada pasien kecelakaan. Sebab, Bimanesh mendengar alasan bahwa Michael tidak mau memeriksa Novanto ialah karena status Novanto sebagai buron KPK.
"Jadi Michael yang minta dibawa lewat Poli saja jangan lewat IGD karena dia tidak mau periksa," terang pensiunan Polri itu.
Bimanesh juga menegaskan kepada majelis hakim bahwa dirinya tidak tahu-menahu proses Novanto bisa masuk ke ruang rawat inap tanpa melakukan pendaftaran.
"Saya tidak tahu. Pokoknya ketika malam itu saya di lantai 3 di ruang istirahat Poli, lalu saat diskusi dengan perawat di konter, datanglah satu pasien dibawa dengan brankar tergesa-gesa dengan seluruh tubuh sudah diselimuti sampai ke kepala hanya bersisa wajah saja yang tidak ditutupi, seolah pakai hijab tapi in selimut," tandasnya.
Ia pun sempat merasa aneh dengan proses kedatangan tersebut dan juga dengan penampilan Novanto yang penuh diselimuti.
"Untuk apa orang kecelakaan diselimuti penuh begitu. Sakit yang begitu parah saja tidak perlu selimut," ujarnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved