Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Aneh, Prabowo Tunggu Jokowi

Astri Novaria
19/5/2018 09:10
Aneh, Prabowo Tunggu Jokowi
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

KETUA DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mempersilakan Partai Gerindra terlebih dahulu mendeklarasikan calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Hal itu diutarakannya untuk menyindir pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa yang dinilainya aneh. Dalam pernyataannya, Desmond menegaskan partainya baru akan mendeklarasikan cawapres untuk Prabowo setelah Joko Widodo melakukan hal yang sama terlebih dahulu.

“Apa tidak kebalik? Kalau dalam permainan catur, juara bertahan bisa memilih bidak putih atau bidak hitamnya. Kalau dalam pertandingan tenis internasional atau sepak bola, juara bertahan mendapat tempat kehormatan. Jadi, artinya, mestinya penantang ini yang menentukan pasangan calonnya lebih dulu,” kata Hendrawan di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, hanyalah harap-an semu jika ada yang menganggap parpol koalisi pendukung Jokowi bakal mundur apabila salah menentukan cawapres. Hendrawan menekankan semua parpol yang sudah mendeklarasikan diri mendukung Jokowi maju lagi di Pilpres 2019 sudah solid siapa pun pilihan cawapres dari calon pertahana itu nantinya.

“Itu harapan yang semu. Karena sekarang penting bagi siapa pun yang ingin maju sebagai capres membangun koa-lisi 20% persyaratan. Itu dulu,” tegasnya.

Hingga kini, Jokowi sudah diusung setidaknya oleh partai-partai besar seperti PDIP, Golkar, NasDem, dan PPP. Dari keempat partai itu, NasDem membebaskan Jokowi memilih pendamping, sedangkan PPP dikabarkan menyodorkan Romahurmuziy dan Golkar menawarkan Airlangga Hartarto.

Kemarin, Desmond memang mengatakan partainya akan segera mendeklarasikan calon wakil presiden untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang. Namun, deklarasi tersebut akan dilakukan setelah pengumuman calon wakil presiden untuk calon presiden petahana, Joko Widodo.

Mengerucut
“Masak kita duluan mendeklarasikan? Pak Jokowi belum, kan? Pak Prabowo akan mendeklarasikan setelah Pak Jokowi mendeklarasikan cawapresnya. Kalau saya sih acuannya kata Pak Prabowo,” ujar Desmond di Gedung DPR, Jakarta.

Ia kembali menegaskan hal yang terpenting saat ini ialah Gerindra dan PKS sudah sepa-kat untuk berkoalisi bersama dalam Pilpres 2019. Jumlah kur-si dua parpol itu di DPR cukup untuk mengusung pasangan capres-cawapres 2019.

Dia menambahkan, kepastian dan pengumuman resmi akan disampaikan tiga petinggi partai, yakni Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan Presiden PKS Sohibul Iman.

Ia mengakui, hingga saat ini dari kalangan internal Gerindra banyak beredar opini mengenai tokoh yang pantas menjadi cawapres Prabowo. Sebelumnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyebut cawapres Prabowo sudah mengerucut ke lima nama, tetapi hingga kini Prabowo masih enggan berkomentar soal kepastian nama yang akan mendampinginya.

Di kesempatan berbeda, pengamat politik dari Charta Politica, Muslimin, justru menilai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar lebih tepat menjadi cawapres Prabowo. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya