Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKRUTAN kader partai politik yang tidak serius diduga oleh peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menjadi dalang penyebab maraknya korupsi yang melibatkan anggota legislatif.
Menurutnya, efek jera dari banyaknya politisi yang tertangkap kasus korupsi tak ada dalam kamus politisi lainnya disebabkan parpol tak serius berinvestasi melahirkan kader yang berintegritas.
"Pertama saya kira soal karakter personal politisi yang sejak awal memang diabaikan dunia politik kita. Perekrutan yang tak peduli dengan kualitas moral kader membuat sejumlah politisi menjadikan korupsi sebagai lahan incaran yang sejak awal sudah dirancang dengan sadar," ujar Lucius Karya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (5/5).
Kedua, Lucius berpendapat adanya biaya politik yang tak murah membuat kader akan melakukan apa saja untuk mendapatkan dana. Terlebih lagi tahun politik akan segera tiba sehingga para kader parpol perlu menyiapkan dana segar untuk bisa terpilih kembali pada Pemilu mendatang.
"Di tengah sumber keuangan partai yang terbatas, coba memanfaatkan peluang lewat kewenangan DPR pun dicoba," tukasnya.
Faktor ketiga yakni adanya pihak swasta yang ingin mendapatkan proyek dari pemerintah dan mengandalkan kedekatan dengan anggota parpol yang duduk di legislatif untuk hal tersebut.
Selain itu Lucius menambahkan adanya tata kelola internal dalam DPR yang tak pernah serius diubah. "Tak ada keseriusan untuk menerapkan pembahasan anggaran terbuka melalui e-budgeting misalnya membuat korupsi tetap menjadi pilihan," tandasnya.(A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved