Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik lembaga survei Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan langkah partai-partai yang mengusung calon presiden tertentu sejak awal bisa mendongkrak elektabilitas partai tersebut.
Menurutnya, pemilihan presiden dan legislatif yang digelar serentak justru membuka kesempatan bagi partai untuk meningkatkan raihan suara dalam pemilu legislatif.
Syaratnya, jelas Qodari, calon presiden yang diusung harus populer. Selanjutnya ialah bergantung pada kerja keras partai untuk mengasosiasikan diri dengan calon presiden yang didukung.
"Calon presiden yang diusung tentu harus populer. Dari situ bisa muncul efek ekor jas," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (5/5).
Dalam terminologi politik, efek ekor jas (coat-tail effect) terjadi jika seorang calon presiden yang populer dengan tingkat elektabilitas tinggi memberikan keuntungan positif kepada partai pengusung.
Sebaliknya, calon presiden yang tidak populer dengan tingkat elektabilitas rendah justru akan memberikan dampak negatif kepada perolehan suara partai yang mendukung calon tersebut. "Kalau calon yang diusung tidak populer malah merugikan partai pengusung," imbuh Qodari.
Sebelumnya, Wasekjen DPP Partai Demokrat Didi Irawadi menyatakan parpol yang mengusung calon presiden sejak awal tidak memiliki dampak elektoral yang signifikan bagi partai.
Dia mengajak partai-partai politik yang sudah menyatakan dukungan kepada satu kandidat untuk menjadi calon presiden dalam Pilpres 2019 untuk berpikir ulang kembali.
Qodari mengatakan langkah partai-partai mengusung capres sejak awal justru kian relevan karena pemilihan presiden dan legislatif 2019 nanti digelar serentak.
Langkah mengusung jauh-jauh hari itu bisa dimanfaatkan untuk meraup tambahan suara bagi partai. Dia mengingatkan partai harus bekerja keras untuk mengasosiasikan diri dengan capres populer yang diusung.
Seperti diketahui, saat ini baru dua kandidat yang kemungkinan bakal bertarung dalam Pilpres 2019, yakni Joko Widodo dari PDI Perjuangan dan Prabowo Subianto dari Gerindra. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved