Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SELURUH elemen masyarakat harus terus mewaspadai adanya upaya-upaya dari pihak luar yang ingin melemahkan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.
Untuk itu penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa mutlak dibutuhkan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dan dalam lingkungan globalisasi saat ini.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin menyampaikan hal itu pada acara 'Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan' di Gresik, Jawa Timur, Kamis (19/4).
Di hadapan sekitar 500 kader Golkar yang hadir di acara tersebut, Mahyudin mengatakan, dalam 20 tahun pascareformasi, kehidupan berbangsa Indonesia mengalami banyak ujian. Salah satunya adanya upaya-upaya disintegrasi bangsa.
"Masalah ini yang menjadi kekhawatiran kita. Tidak ada jalan lain Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa harus tertanam dalam pola pikir dan diamalkan dalam kehidupan sehari hari setiap warga negara Indonesia," cetusnya.
Dia juga mengingatkan di masa lampau sosialisasi nilai-nilai Pancasila telah dilakukan melalui penataran P4 yang diselenggarakan oleh BP7. "Dulu 36 butir-butir nilai Pancasila dijadikan pedoman kehidupan bangsa dan bernegara. Namun, pasca reformasi BP7 dibubarkan karena Pancasila dianggap alat politik."
Menurut Mahyudin mestinya BP7 tidak dibubarkan dan sosialisasi nilai-nilai Pancasila terus dilakukan. MPR, menurut dia, dalam menyikapi perkembangan suasana reformasi khawatir karena dirasakan memudarnya nilai-nilai kebangsaan di tengah-tengah masyarakat.
Kader Partai Golkar ini juga mengingat pentingnya menjaga keberagaman mengingat Indonesia miliki 520 lebih bahasa daerah dan suku bangsa. "Kekhawatiran diadudomba di era globalisasi inilah memerlukan alat pemersatu. Maka Pancasila adalah satu-satunya alat pemersatu."
Untuk itulah, saran Mahyudin, globalisasi harus dihadapi dengan bijak. Jika Pancasila dijadikan dasar kehidupan berbangsa, imbuhnya, maka damai dan jayalah Indonesia.
Di sisi lain, demikian Mahyudin, kehidupan berbangsa saat ini tengah menghadapi tantangan internal, salah satunya ialah penghayatan ajaran agama yang keliru.
Dicontohkan munculnya paham khilafah yang di negara negara asalnya juga gagal. Dikemukakan Mahyudin, Indonesia yang memiliki dan berciri khas keberagamaan berdiri hingga saat ini karena ada nilai nilai Pancasila yang diamalkan. Juga perlu diingat, ujarnya, Indonesia itu ada dan berdiri karena ada kerelaan umat muslim untuk menerima keberagaman.
Persoalan berikutnya ialah kurang adanya keteladanan pemimpin di negeri ini yang ditandai masalah korupsi yg masih merajalela, baik di pusat ataupun daerah. Supremasi hukum kurang berjalan maksimal tumpul ke atas dan tajam ke bawah. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved