Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ayo Mulai Diet Medsos

Golda Eksa
07/4/2018 17:25
Ayo Mulai Diet Medsos
(AFP/ERIC BARADAT)

TAK satu pun boleh bertindak arogan di dunia digital negeri ini, termasuk Facebook yang selama ini dianggap memberikan banyak manfaat dan punya posisi tawar yang tinggi. Artinya, semua harus dilakukan secara proporsional sesuai regulasi, seperti pertanggungjawaban terhadap pelbagai operasi yang dilakukan di Indonesia.

Direktur Indonesia New Media Watch Agus Sudibyo berpendapat kehadiran sejumlah media sosial berupa Facebook, Google, Yahoo, dan lain sebagainya untuk menjalankan operasi dalam konteks bisnis dan politik tidak dipersoalkan pemerintah.

"Namun, liability dan responsibility juga harus jelas. Persoalannya ialah UU harus dilengkapi sehingga memungkinkan mereka untuk bertanggung jawab," terang dia.

Oleh karena itu, imbuh Agus, literasi new media atau media sosial sangat penting digelorakan. Pemerintah perlu mengajak masyarakat, seperti yang terjadi di Eropa Utara untuk diet medsos atau hanya seperlunya saja berselancar di dunia maya.

Perlunya literasi digital juga diutarakan staf ahli Menkominfo Bidang Hukum Henri Subiakto. Kata dia, literasi sebaiknya tidak hanya menyasar publik, tapi penting pula diarahkan kepada para pemasang iklan. Menurutnya, media sosial seperti Facebook maupun media mainstream terbukti takut dengan pihak pemasang iklan.

"Contoh, Parent Teacher Association di Amerika Serikat, itu kalau mengkritik TV yang isinya banyak kekerasan, bukan TV-nya yang dikritik tetapi pemasang iklannya. Nah, dalam konteks ini kami akan melakukan itu kepada pemasang iklan."

Ketua AMSI Wenseslaus Manggut berharap seluruh stakeholder industri digital dan pemerintah perlu duduk bersama. Pemerintah dan DPR juga diingatkan untuk segera membuat sebuah aturan ketimbang hanya mencemaskan sebuah persoalan tanpa mengambil tindakan.

"Kalau dari sisi kami, ini kesempatan buat kita untuk mengatur industri technology company di Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan ini karena problemnya besar. Industri ini banyak untung dan ada juga sisi negatif buat bangsa ke depan," tutup dia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya