Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pembangunan Infrastruktur Sarana Persatukan Masyarakat

Rudy Polycarpus
06/4/2018 21:55
Pembangunan Infrastruktur Sarana Persatukan Masyarakat
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PEMBANGUNAN infrastruktur tidak hanya menjadi cara untuk mengurangi kesenjangan ekonomi, juga memersatukan masyarakat Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berbincang dengan para budayawan di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/4).

Jokowi mengatakan, selama ini ada disparitas pembangunan antara wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur Indonesia.

Ia menceritakan pengalamannya beberapa kali berkunjung ke Papua, Provinsi paling timur Indonesia. Di daerah terpencil di sana seperti di Nduga bahkan tidak memiliki jalan aspal sebagai akses transportasi. Termasuk harga bahan bakar minyak di Wamena yang mencapai Rp60.000/liter.

"Yang namanya infrastruktur tidak hanya masalah ekonomi. Dalam pemahaman saya, infrastruktur ini akan mempersatukan kita. Kalau ketimpangan seperti tadi yang saya sampaikan, kita tidak bisa bersatu," ujar Presiden.

Jokowi mengakui, dalam waktu 3,5 tahun dia menjabat Presiden RI, pemerintah selalu berbicara mengenai pembangunan fisik, yakni infrastruktur. Presiden menjelaskan alasan dia fokus pada infrastruktur karena pembangunan Indonesia tertinggal jauh ketimbang negara lain.

Meski demikian, Jokowi memastikan, setelah infrastruktur selesai dibangun, pemerintah akan masuk ke tahapan kedua, yakni pembangunan sumber daya manusia, termasuk di sektor kebudayaan. 

Investasi pada SDM, jelasnya, menjadi modal salah satu modal utama untuk bersaing dengan negara-negara lain. "Kebudayaan itu menjadi pondasi kita yang akan menentukan  bangsa ini bisa berkompetisi, bersaing dengan negara lain atau tidak. Baik yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter yang kita miliki, nilai budi pekerti, juga berkaitan dengan etos kerja, yang berkaitan dengan  produktivitas dan integritas," tandasnya.

Dalam acara ini, Presiden didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Adapun para budayawan yang hadir, yakni mencapai 31 orang, antara lain Butet Kertaradjasa, Radhar Panca Dahana, Frans Magnis Suseno, Tatang Ramadhan Bouqie, serta Christine Hakim. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya