Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kualitas Pembangunan Manusia masih Tertinggal

Rudy Polycarpus
06/4/2018 21:30
Kualitas Pembangunan Manusia masih Tertinggal
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PARA budayawan mengkritisi kesenjangan kebudayaan yang menjangkiti masyarakat Indonesia kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/4), para budayawan dan seniman menilai pembangunan insfrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah ternyata menciptakan disparitas kualitas manusia Indonesia.

Sastrawan Radhar Panca Dahana mengatakan di tengah upaya pemerintah memacu ketertinggalannya dari negara lain di bidang infrastruktur, kualitas manusia Indonesia justru semakin timpang.

"Pembangunan materialnya luar biasa terutama di bidang infrastruktur. Sebaliknya pembangunan immaterialnya, pembangunan kemanusiaannya memang tertinggal," ujar penulis esai 'Menjadi Manusia Indonesia' itu.

Ketertinggalan manusia Indonesia, jelas Radhar, terpotret dari situasi politik belakangan ini. Agama yang seharusnya menjadikan manusia semakin berbudi dan berbudaya, kini malah menjadi alat memecah-belah.

Ia menyebut kedangkalan beragama yang kian menghinggapi penduduk Indonesia menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memerbaikinya.

"Masalah mengenai bagaimana kedangkalan dalam beragama kita bicarakan tadi. Itu jadi tugas negara untuk mengatasi. Ada juga hal-hal bersifat kesenjangan kebudayaan yang membuat ada orang lebih beradab dan sebagian kurang beradab," tandasnya.

Presiden, sambung Radhar, sesungguhnya sudah menyadari bahwa pondasi dari kebudayaan ialah pembangunan manusia. Dalam pertemuan tadi, jelasnya, Jokowi mencanangkann pembangunan kualitas manusia di sisa masa jabatanya sebagai Presiden. 

"Itu sangat disadari Jokowi bagaimana pembangunan yang meluhurkan manusia. Untuk itu, Presiden akan melakukan sisa pemerintahannya untuk mengejar ketertinggalannya dalam pembangunan kemanusiaan," jelasnya. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya