Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Gerindra Siap Bila Prabowo Tunjuk Orang Lain Jadi Capres

Astri Novaria
06/4/2018 20:00
Gerindra Siap Bila Prabowo Tunjuk Orang Lain Jadi Capres
(ANTARA)

KETUA DPP Partai Gerindra, Desmond J Mahesa mengatakan keputusan terkait calon presiden (capres) dari partainya di Pilpres 2019 ada di tangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pihaknya bahkan mengaku siap apabila Prabowo tak ingin maju dan menunjuk orang lain untuk maju sebagai capres.

Untuk diketahui, hingga kini Prabowo belum mendeklarasikan diri menjadi capres di Pilpres 2019 mendatang. Meskipun demikian, Gerindra maupun Prabowo membantah disebut dilema.

"Siap. Itulah salah satu konsolidasi internal Gerindra. Saat ini tergantung beliau memutuskan pada saat pertemuan tanggal 11 (April) tersebut, kalau beliau tidak memutuskan akhirnya kami kesimpulannya sama dengan rakernas lalu menyerahkan semua urusan Pilpres kepada Pak Prabowo sebagai ketua umum dan ketua dewan pembina. Apakah beliau ke depan sesuai dengan harapan kader partai, sebagai Presiden atau beliau menunjuk orang lain," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/4).

Menurutnya, kader Gerindra juga legowo dan menyerahkan putusan ke Prabowo bila seandainya menunjuk mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo jadi capres Gerindra. Namun, bagi Gerindra, sosok Prabowo sangat dibutuhkan sebagai acuan dan motivasi bagi para calon legislatif yang akan maju di Pemilu 2019.

"Kami semuanya menyerahkan kepada Pak Prabowo apapun keputusan untuk menang. Kami sebagai kader partai tentu menyiapkan Gatot, Pak Prabowo atau siapa pun yang ditunjuk. Bagi kami adalah percuma kalau mesin partai tidak siap," tandasnya.

Lebih lanjut menurutnya tidak mustahil bila poros ketiga terbentuk. Peta politik Pilpres 2019 juga menurutnya masih dinamis. Terlebih, kata dia, jika Joko Widodo salah memilih pendampingnya di Pilpres 2019 dinilainya ada kemungkinan partai politik yang mendukungnya bisa beralih.

"Kalau Pak Jokowi salah pilih wakil presiden memangnya partai yang ada sekarang akan terus mendukung Pak Jokowi? Jangan-jangan mereka bikin koalisi baru, ya kami juga bikin koalisi baru. Mungkin saja Pak Jokowi sendirian melawan dua poros yang lain," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya