Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Indonesia tidak Boleh Bubar

Golda Eksa
05/4/2018 18:30
Indonesia tidak Boleh Bubar
(MI/Golda Eksa)

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap memiliki sikap optimistis agar Indonesia tidak bubar.

Pernyataan itu disampaikan Wiranto pada acara Seminar Nasional dan Pertemuan Akbar Dewan Pengurus Nasional/Daerah Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan se-Indonesia Tahun 2018, di IPDN, Jatinangor, Jabar, Kamis (5/4).

"Saya yakin negeri ini tidak akan bubar dan tidak boleh bubar. Kita harus memiliki sikap optimis karena kita berusaha untuk tidak akan bubar, " ujar Wiranto melalui keterangan tertulis dari Humas Kemenko Polhukam.

Keyakinan itu diakui Wiranto merujuk hasil survei dari sejumlah lembaga survei internasional, seperti Fragile State Index 2017. Di sana tercatat Indonesia berada pada urutan 94 dari 178 negara tentang kondisi negeri secara umum, misalnya stabilitas, persatuan, ekonomi, politik, dan sosial.

Lembaga survei Price Waterhouse Cooper (PWC) juga memprediksi Indonesia bakal berada pada peringkat kelima di 2030 dengan estimasi nilai produk domestik bruto sebesar US$5,424 miliar. Bahkan, laporan National Intelligence Council mengenai prospek global 2020 menyebutkan dominasi ekonomi dunia akan bergeser ke Asia, di mana Indonesia akan memainkan peran penting di bidang ekonomi.

"Kita sebagai pemerintah bertanggungjawab mengendalikan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Untuk itu, kita harus optimis sebagai negara yang berkembang dengan terus berusaha karena Allah tidak akan mengubah satu kaum sampai kaum itu mengubah nasibnya sendiri."

Mantan Panglima TNI (ABRI) itu berpesan kepada seluruh alumnus IPDN untuk senantiasa menjadi agen perubahan. Para alumnus pamong praja dididik untuk menjadi pemimpin perubahan yang tidak pernah puas untuk membuat terobosan.

"Kita sudah berubah untuk menjadi lebih baik dan untuk menjadi negara yang dihormati oleh negara lain. Untuk itu, kita harus menjadi agen perubahan, kita juga harus menjadi agen-agen yang dapat menyebarkan ujaran kebenaran dan kebaikan," kata dia.

Senada disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Ia mengingatkan para alumnus IPDN sedianya tidak ikut menyebarkan pesan pesimisme. Mereka dituntut untuk meningkatkan semangat masyarakat Indonesia agar terus maju.

"Maju meningkatkan kesejahteraan rakyat, jangan jadi pemimpin yang pesimistis. Jangan katakan mau bubar Indonesia, sedih saya," tukas Tjahjo.

Selain itu, imbuh dia, para alumnus pun wajib mengingat bagaimana perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. "Bangun optimisme. Merdekanya Indonesia ini dari darah pejuang dan harus kita jaga sampai kiamat. Jangan membangun pesimisme," tutup dia. (A-5)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya