Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Mantan Dirjen Hubla Mengaku Pernah Tolak Pendekatan Anak Presiden Soeharto

Richaldo Hariandja
04/4/2018 14:39
Mantan Dirjen Hubla Mengaku Pernah Tolak Pendekatan Anak Presiden Soeharto
(ANTARA)

MANTAN Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono mengaku khilaf saat menerima suap dari mantan Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan. Dirinya mengaku jika sebenarnya selalu menolak niatan orang memanfaatkannya.

Hal itu dikatakan Tonny dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (4/4). Dalam persidangan tersebut, Tonny menyatakan menolak keras istilah timbal-balik.

“Saya selalu pantang sama yang namanya timbal-balik. Saya marah kalau dibilang (Adi Putra) ini ada timbal balik,” ucap dia.

Bahkan, dirinya mengaku pernahg menolak upaya timbal-balik yang dilakukan anak Presiden ke-2 RI Soeharto, Bambang Trihatmodjo, yang berusaha mendekatinya. “Saya tolak, tapi kalau ini, saya akui kalau saya khilaf,” tukas Tonny dalam persidangan yang beragendakan pemeriksaan terdakwa tersebut.

Dalam perkara ini, Tonny didakwa menerima suap Rp 2,3 miliar. Uang suap itu berkaitan dengan sejumlah proyek Kemenhub yang memuluskan Perusahaan Adi Putra menjadi pemenang Tender.

Tonny juga didakwa menerima setoran dan gratifikasi dari bawahan dan pihak swasta. Suap dan gratifikasi sudah dilakukan Tonny sejak dia menjabat staf ahli menteri.

Atas perbuatannya tersebut, Jaksa memberikan dakwaan pertama yang diancam pidana sebagaimana diatur dalam pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Victor Nababan
Berita Lainnya