Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI muda mengajak seluruh pihak memiliki optimisme yang tinggi dalam menyongsong masa depan bangsa. Tingginya kepercayaan diri yang diiringi usaha yang baik diyakini mampu membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik.
Hal ini diungkapkan sejumlah aktivis mahasiswa menyikapi adanya prediksi yang menyebut Indonesia akan bubar pada 2030 mendatang. Ketua BEM Kema Universitas Padjajaran 2018 Izmu Tamami Roza, mengatakan akan lebih baik jika seluruh anak bangsa bersikap positif dalam menghadapi masa depan.
Rasa optimisme yang tinggi harus selalu dikedepankan dalam menghadapi setiap tantangan yang dihadapi. "Optimisme yang kemudian membuat kita semakin berbenah," kata Izmu di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/3).
Dia menilai, kepercayaan diri yang tinggi ini harus hadir di semua bidang kehidupan mulai dari aspek makro seperti penegakkan hukum, pembangunan ekonomi, serta peningkatan taraf pendidikan, hingga aspek mikro seperti upaya pencerdasan terhadap masyarakat dan kampanye-kampanye positif lainnya. Hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak, sehingga tidak bisa jika hanya mengandalkan pemerintah saja yang melakukannya.
"Tugas kita juga untuk melakukan hal positif dalam koridor kita sebagai masyarakat sipil, khususnya mahasiswa," katanya. Meski begitu, dia tidak memungkiri prediksi Indonesia akan bubar bisa terjadi jika seluruh elemen negeri ini tidak mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan.
Belakangan ini, kata dia, buih-buih perpecahan di masyarakat sudah terlihat sehingga harus adanya penanggulangan yang efektif dan berkelanjutan. "Jika tidak ada upaya penanggulangan efektif dan pencegahan yang berkelanjutan, tentunya disintegrasi ini akan semakin menjadi-jadi, sehingga mengakibatkan hal yang kita tidak inginkan," bebernya.
Oleh karena itu, diapun mengajak seluruh tokoh bangsa untuk menyebarkan sikap persatuan dan perdamaian ke seluruh penjuru negeri. Disinggung pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan bubar pada 2030, menurutnya posisi purnawirawan TNI berbintang 3 itu rentan terhadap tendensi yang kurang elok di masyarakat.
"Mengingat statusnya sebagai pemimpin salah satu partai oposisi, apalagi referensi dari statement tersebut juga tidak bisa dikatakan relevan," katanya.
Namun, pada sisi lain, dia menyebut ungkapan Prabowo tersebut sebagai upaya peringatan mengingat banyaknya kepentingan asing yang bisa membahayakan posisi Indonesia. "Sehingga betul-betul harus difilterisasi dengan baik oleh pemerintah," katanya.
Anggota Kabinet Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, Yusrina Sabila, meminta para tokoh bangsa agar lebih banyak menumbuhkan rasa optimisme di kalangan masyarakat ketimbang memberi rasa kekhawatiran.
Melihat kondisi saat ini, menurutnya wajar jika Indonesia memiliki masa depan yang baik. "Kita sendiri berpikirnya lebih optimis, saya yakin banyak masyarakat yang sudah mempersiapkan masa depan dengan baik," katanya.
Terlebih, lanjut dia, Indonesia kaya akan penduduk berusia muda sehingga di masa depan akan memiliki banyak sumber daya manusia yang baik.
Oleh karena itu, agar masa depan gemilang itu tidak hilang, menurutnya pemerintah harus lebih baik lagi dalam menyiapkan sumber daya yang baik. "Pembangunan di bidang pendidikan dan karakter harus lebih baik lagi, agar kita memiliki banyak manusia yang memiliki daya saing tinggi," katanya.
Disinggung sempat adanya upaya pengkotak-kotakan masyarakat, dia menilai hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap persatuan bangsa. Sehingga, dia juga meminta para tokoh bangsa bisa bersikap lebih baik untuk menjaga kerukunan masyarakat. "Jangan sampai membuat yang muda muda kehilangan karakter dan semangat," katanya. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved