Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Semangat Pembagian Sertifikat untuk Bantu Warga Miskin

Rudy Polycarpus
23/3/2018 23:05
Semangat Pembagian Sertifikat untuk Bantu Warga Miskin
(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menyanggah Amien Rais yang menuding pemerintah membiarkan sebagian besar lahan nasional dikuasai kelompok tertentu.

Menurut Maruf, justru program pembagian lahan yang saat ini dilakukan Presiden Joko Widodo sebagai upaya redistrubusi aset dan pemerataan ekonomi.

"Sekarang ini justru beliau sedang berusaha membantu bagi-bagi tanah kepada orang miskin melalui redistribusi aset," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (23/3).

Program tersebut, lanjut Maruf, sangat membantu masyarakat. Pasalnya, dulu sangat susah mengurus sertifikat tanah dan membutuhkan biaya tak sedikit.

"Sekarang ini bukan hanya gampang dan murah, tapi justru dibuatkan, disampaikan, diantarkan. Saya kira mestinya itu disyukuri, bukan dikritik," tandas Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Meski demikian, ia mengakui jika sebagian besar lahan nasional masih dikuasai kelompok tertentu. Namun, tandasnya, hal itu sudah berlangsung sejak lama.

"Ya kasih tanah itu siapa? Saya tidak tahu. Tapi bukan Pak Jokowi. Saya ga tahu asing (atau bukan) pokoknya konglomerat. Beliau tidak memberikan (ke konglomerat/asing). Beliau bilang kepada saya tidak satu hektare pun memberikan kepada konglomerat," jelas Maruf.

Ia menegaskan, program pembagian lahan senapas dengan semangat MUI yang mengusung isu arus baru perekonomian Indonesia dan pemberdayaan ekonomi umat.

Sebelumnya, Amien mengkritik Jokowi terkait program sertifikat tanah. Amien menilai Jokowi melakukan kebohongan. "Waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektare, tetapi ketika 74% negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan," ujar Amien.

Terpisah, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menolak berkomentar soal polemiknya dengan Amien. "Kalau soal itu (Amien Rais) saya enggak mau bicara ya, biar clear. Kalau kau tanya itu lagi saya pergi," tegasnya.

Luhut mengeluarkan pernyataan keras bagi pengkritik pemerintah. Ia mengancam akan mencari dosa dan rekam jejak senior yang dianggap mengritik pemerintah secara serampangan. Pernyataan itu secara implisit ditujukan kepada Amien. (A-5)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya