Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

NU-Muhammadiyah Tegaskan Indonesia akan Tetap Utuh

Nur Aivanni
23/3/2018 18:25
NU-Muhammadiyah Tegaskan Indonesia akan Tetap Utuh
(MI/Bary Fathahilah)

KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa eksistensi dan masa depan Indonesia akan tetap utuh sampai kapan pun. Hal itu mencuat dalam dialog yang dilakukan antara NU-Muhammadiyah dalam acara Silaturrahim Kebangsaan di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (23/3).

"Tentang eksistensi dan masa depan Indonesia, kita harus punya optimisme bahwa Indonesia itu Insyaallah akan tetap utuh sampai kapan pun dan Allah merahmati kita," tegasnya.

Keyakinan tersebut ada, sambung Haedar, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman dan bertakwa. Karena itu, ia meminta baik negara maupun komponen bangsa lainnya tidak menegasikan eksistensi bangsa Indonesia yang beriman dan bertakwa tersebut.

"Dasarnya apa? agama dan Pancasila, sila pertama, penting komitmen ini. Karena itu kami yakin, bahwa ada masalah, tantangan, bangsa kita ini sudah dilatih cukup panjang. Generasi baru tidak boleh menyerah terhadap keadaan, maka kita akan tetap punya optimisme. Indonesia Insya Allah akan bertahan sampai panjang," tuturnya.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan hal senada. Ia meyakini bahwa Indonesia akan tetap utuh di masa mendatang. "Kita yakin Indonesia Insya Allah akan selamanya ada, dengan syarat bangsa yang beriman, bertakwa, bermoral, berbudaya, Insyaallah," ucapnya.

Pernyataan tersebut memang tidak secara langsung disampaikan untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mengutip sebuah novel, menyuarakan bahwa NKRI akan bubar pada 2030. Pernyataan Prabowo yang diunggah di dalam akun facebook itu pun kemudian menjadi buah bibir.

"Kita masih upacara. Kita masih menyanyikan lagu kebangsaan. Kita masih pakai lambang-lambang negara. Gambar-gambar pendiri bangsa masih ada disini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, yakni Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo dalam video yang diunggah, Senin (19/3). (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya