Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Siapkan Capres 2019, Zulkifli Coba PDKT ke SBY

Mirza Andreas
22/3/2018 19:45
Siapkan Capres 2019, Zulkifli Coba PDKT ke SBY
(MI/PANCA SYURKANI)

KETUA Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengakui sulit bagi partainya untuk memaksakan diri mengajukan dirinya sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019). Ia pun kini tengah menggencarkan komunikasi dengan sejumlah ketua umum parpol untuk menggalang koalisi.

"Berat, syaratnya sangat berat jadi capres, harus 20%. Karena itu PAN harus koalisi,” ujarnya seusai menjadi pembicara ‘Roadshow: Spirit of Indonesia’ di Universitas Negeri Padang, Sumatra Barat, Kamis (22/3).

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN di Bandung, Jawa Barat, Agustus 2017 silam merekomendasikan Zulkifli Hasan sebagai capres atau cawapres pada 2019.

Namun dalam hitung-hitungan Zulkifli, niatan itu sulit diwujudkan dengan melihat jumlah kursi PAN di parlemen sebesar 9%. Pada Pemilu 2014 PAN memperoleh 49 kursi, atau di posisi kelima setelah PDIP 109 kursi, Golkar 91 kursi, Gerindra 73 kursi, Demokrat 61 kursi.

Jumlah perolehan kursi di 2014 itu menjadi sinyal bagi partai berlogo matahari terbit itu untuk berkoalisi dengan beberapa partai lainnya guna memenuhi syarat 20% kursi di DPR pada pilpres 2019.

"Karena itu saya beberapa hari ini berkunjung ke partai-partai lain secara informal. Mudah-mudahan bulan depan bisa berkunjung secara formal. Kita bahas siapa yang cocok jadi capres,” ujar Zulkifli yang juga Ketua MPR tersebut.

Ia mengaku sudah menemui sejumlah ketua umum partai untuk membahas berbagai kemungkinan koalisi. “Kemarin ketemu dengan Mbak Mega PDIP, Ketua Umum Golkar juga sudah. Ini mau ketemu Pak SBY juga,” ucap Zulkifli yang pernah menjadi Menteri Kehutanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut dia, sah-sah saja jika tiap partai, termasuk PAN, menginginkan kader terbaiknya menjadi capres maupun cawapres.

"Tapi partai juga memutuskan ketua umum untuk melakukan pembicaraan-pembicaraan dengan partai lain. Kita lihat saja dalam rakernas Mei 2018 nanti,” tutupnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya