Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha mengatakan terbentuknya poros ketiga di Pilpres 2019 sulit terjadi. Menurutnya, poros ketiga bisa terbentuk tergantung dengan dinamika politik yang masih sangat cair saat ini.
Saat ini sudah ada lima partai politik yang menyatakan dukungannya terhadap Joko Widodo, yakni PDIP, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Total perolehan suara lima partai itu mencapai 52,2%.
"Poros ketiga masih mungkin apabila dari lima partai itu tidak bertambah satu lagi, jadi ada enam partai. Jika itu terjadi, maka tertutup kemungkinan peluang poros ketiga," ujar Hanta saat dihubung Media Indonesia, Selasa (13/3).
Hal tersebut, kata Hanta, diasumsikan bila Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membentuk poros kedua dengan total perolehan suara keduanya, yakni 20,1%. Selanjutnya, poros ketiga kemungkinan terbentuk oleh Partai Demokrat, PAN dan PKB dengan total perolehan suara ketiganya 27,9%.
"Kalau bicara kemungkinan masih ada. Tapi peluangnya kecil. Jika Gerindra dipastikan berkoalisi dengan PKS. Sementara ada sisa tiga partai lainnya dan satu saja dari tiga partai itu bergabung (mendukung) ke Jokowi maka tidak bisa membentuk poros baru," tandasnya.
Selain itu, lanjut Hanta, sejauh ini belum ada figur calon wakil presiden yang mampu mengalahkan Jokowi. Hanya Prabowo yang masih dianggap sebagai penantang terberat Jokowi. "Nama-nama lain belum ada muncul sampai hari ini. Kalaupun ada, itu jauh sekali gapnya."
Hal ini kata dia yang menjadi perhitungan partai politik jelang Pilpres 2019 mendatang. Ia berpendapat, daripada Partai Demokrat membuat poros ketiga lebih baik meninggikan posisi tawarnya kepada Jokowi. Salah satunya seperti mengajukan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Cawapres Jokowi.
"Ketimbang betul-betul ingin membentuk poros ketiga, analisis saya mengatakan lebih baik meninggikan posisi tawar kepada Jokowi. Walaupun saya pribadi sangat setuju adanya poros ketiga, itu bagus buat demokrasi banyak muncul calon alternatif," ungkapnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved