Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Survei Alvara: Mayoritas Publik Ingin Jokowi Memimpin Lagi

Christian Dior Simbolon
23/2/2018 19:35
Survei Alvara: Mayoritas Publik Ingin Jokowi Memimpin Lagi
(MI/Ramdani)

ELEKTABILITAS Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum terkalahkan. Disokong kepuasan publik yang tinggi terhadap pemerintahan Jokowi-JK, menurut hasil survei Alvara Research Center, mayoritas publik menginginkan Jokowi kembali menduduki kursi RI 1.

"Sebanyak 68% responden mengharapkan Jokowi maju kembali dan 31,8% tidak menginginkan. Ini merata di semua kelompok usia. Mereka inginkan Jokowi pimpin lagi," ujar CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat memaparkan hasil survei di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Jumat (23/2).

Survei digelar pada periode 17 Januari hingga 7 Februari dengan melibatkan 2.203 orang. Sebanyak 50,5% di antaranya merupakan generasi milenial. Metode yang digunakan multi-stage random sampling dengan teknik wawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar 2% dan pada tingkat kepercayaan 95%.

Seperti survei-survei lainnya, elektabilitas Jokowi hanya mampu didekati pesaing terberatnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Pada skema dua calon misalnya, Jokowi dipilih 52% responden sedangkan Prabowo 33,2%. Jika disandingkan melawan Anies Baswedan, suara Jokowi naik hingga 59,2% berbanding 6,5%.

"Sedangkan Jokowi melawan Gatot, angkanya lebih tinggi 60,3% dibanding 4,8%. Yang menarik di sini, suara Prabowo tidak pindah ke kandidat lain ketika dia tidak mencalonkan. Tentu ini, berbeda seandainya Prabowo mengendorse kandidat lain," jelas Hasanuddin.

Dalam surveinya, Alvara juga merekam nama-nama kandidat cawapres pilihan publik. Pada skema top of mind, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) muncul sebagai kandidat terkuat dengan elektabilitas sebesar 17,2%, disusul mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (15,2%), Jusuf Kalla (13,1%), Anies Baswedan (9,3%) dan Muhaimin Iskandar (8,9%).

"AHY juga muncul sebagai pemuncak 10 calon dari kalangan tokoh muda yang paling potensial untuk jadi cawapres dengan 25,7% sedangkan untuk 10 kandidat tokoh Islam, Cak Imin unggul dengan 21,7%," jelas Hasanuddin.

Di sisi lain, Alvara juga menanyakan kombinasi yang paling diingankan publik untuk pasangan capres-cawapres. Mayoritas publik ternyata ingin agar pasangan kandidat merupakan kombinasi sipil-militer (93,2%) dan disusul kombinasi nasionalis-Islam (89,9%).

"Untuk kombinasi sipil-militer ternyata Gatot lebih diasosikan sebagai perwakilan militer ketimbang AHY. Jika dipasangkan dengan Jokowi misalnya, angkanya mencapai 61,9%. Sedangkan Jokowi-AHY hanya 55,5%," jelas Hasanuddin. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya