Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ancaman Kekinian di Depan Mata, TNI Mesti Cepat Merespons

Golda Eksa
24/1/2018 11:55
Ancaman Kekinian di Depan Mata, TNI Mesti Cepat Merespons
(ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO)

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) harus bergerak cepat untuk mentransformasi diri menjadi organisasi yang profesional, modern, tangguh, berjiwa satria, militan dan loyal yang disertai kemanunggalan dengan rakyat. dengan modal itu TNI akan mampu merespons dan menyikapi berbagai bentuk ancaman kontemporer yang mengemuka saat ini dan di masa depan.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat membuka Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (Rapim TNI) 2018, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1).

Dinamika perubahan strategis yang sedemikian cepat, kata Panglima, telah menghadirkan berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat asimetris proxy dan hibrida yang semakin mengemuka dan sulit diprediksi.

Di hadapan 253 peserta Rapim TNI yang terdiri dari 55 pejabat Mabes TNI, 54 pejabat TNI AD, 43 pejabat TNI AL, 28 pejabat TNI AU dan 73 pejabat di luar struktur TNI, Panglima TNI menuturkan bahwa Rapat Pimpinan TNI 2018 merupakan kelanjutan Rapat Pimpinan TNI-Polri 2018 yang telah dilaksanakan Selasa (23/1).

"Banyak hal penting dan strategis dari deskripsi berbagai materi pembekalan yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, para menteri kabinet kerja, Kapolri dan Kepala Badan serta Kelembagaan lainnya,” ungkapnya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa berbagai hal tersebut tentunya perlu direspons dan disikapi melalui pemikiran yang cerdas, kreatif dan inovatif serta lebih adaptif. Karena itu optimalisasi peran TNI perlu dirumuskan bersama formulasi efektif, yang mampu menjawab tuntutan dan tantangan tugas TNI saat ini dan kedepan.

Di sisi lain sambutannya, Panglima TNI mengatakan hal substansial untuk dicermati secara cerdas dan bijak dalam menyongsong tahun politik ini yaitu pentingnya mewujudkan soliditas dan sinergitas TNI-Polri beserta seluruh stakeholder lainnya.

"Hal itu untuk mendukung suksesnya Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 serta terjaganya integritas NKRI," tegasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya